BALANGAN, dnusantarapost.com – Kondisi jalan yang rusak parah di sekitar SMP Negeri 1 Awayan, Kecamatan Awayan, akhirnya mendapat perhatian dari Komisi III DPRD Kabupaten Balangan.
Setelah bertahun-tahun tanpa perbaikan, peninjauan lapangan dilakukan pada Selasa (20/5/2025), menyusul banyaknya keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial dan jalur aspirasi lainnya.

Ketua Komisi III DPRD Balangan, Hafis Ansyari, yang memimpin langsung kunjungan tersebut, menyampaikan rasa keprihatinannya. Ia menilai kondisi jalan sangat memprihatinkan, terlebih karena ruas tersebut merupakan jalur utama masyarakat menuju sekolah, puskesmas, dan berbagai fasilitas pelayanan publik lainnya.
“Jalan ini adalah akses penting bagi masyarakat. Saat musim hujan, kondisinya menjadi sangat licin dan berlumpur, sehingga membahayakan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah,” ujar Hafis.
Camat Awayan, Aswal Salahuddin, menuturkan bahwa permohonan perbaikan jalan ini sudah lama diajukan oleh pihak kecamatan. Bahkan, kata dia, usulan perbaikan telah berulang kali dibahas dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, namun hingga kini belum terealisasi.
“Setiap tahun kami ajukan, tapi belum juga terealisasi. Padahal jalan ini sangat vital bagi aktivitas masyarakat,” ungkap Aswal.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Balangan, Rina Ariyani, menjelaskan bahwa perbaikan jalan tersebut belum bisa dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 karena proses pengesahan anggaran telah selesai.
Namun pihaknya berencana mengusulkan penyusunan perencanaan teknis jalan tersebut melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) tahun ini.
“Untuk saat ini, kami baru bisa mengusulkan perencanaannya melalui ABT 2025. Sedangkan pengerjaan fisiknya akan kami jadwalkan pada tahun 2026,” terang Rina.
Hafis berharap, meski jadwal pengerjaan fisik direncanakan pada 2026, ada upaya percepatan dari pihak terkait. Menurutnya, tidak seharusnya masyarakat terus dibiarkan menghadapi kondisi infrastruktur yang membahayakan keselamatan.
“Kami akan terus mendorong dan mengawal agar proses perbaikannya bisa dipercepat. Jalan ini menyangkut keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah,” tegasnya.





