BANJARBARU – Peristiwa pendulang intan yang tertimbun longsor atau keimbuhan kembali terjadi di wilayah Cempaka Kota Banjarbaru pada Minggu (18/5/2025) sore.
Usai menerima informasi ini, pihak kepolisian langsung menuju TKP dan melakukan pulbaket untuk mengetahui detail kronologi kejadian.
Kapolsek Cempaka, Iptu Ketut Sedemen mengatakan, pada awalnya korban AM (32) bekerja bersama 6 orang rekannya di lubang galian kedalaman 15-20 meter dengan diameter ±50 meter.
Pada saat kejadian sekitar pukul 17.00 WITA, mereka membagi tugas. 2 orang mencari butiran intan di bagian atas dan 4 orang lainnya mencari di bagian dalam lubang, termasuk AM.
“Dari 4 orang itu, AM bertugas menyemprot tanah dengan mesin,” katanya.
Saat sedang melakukan tugasnya masing-masing, tiba-tiba tanah di bagian atas mengalami longsor.
“Yang lain bisa menghindar, tapi korban tidak sempat,” sambungnya.
Alhasil, AM tertimbun tanah dan membuat rekan-rekannya panik. Mereka langsung memanggil warga sekitar untuk meminta pertolongan.
“Korban dicari oleh rekan-rekannya dan dibantu warga sekitar menggunakan alat manual seperti sekop,” jelasnya lagi.
Pencarian pun dilakukan dengan alat seadanya. Informasi ini pun tersebar dan relawan mulai berdatangan.
“Menjelang maghrib korban berhasil ditemukan,” pungkasnya.
Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 17.30 WITA dan langsung dibawa ke rumah duka sekitar pukul 17.45 WITA menggunakan armada emergency Trisakti.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Kapolsek lagi. (nurul octaviani)





