Muskot PMI Banjarmasin 2026 Dibuka, Ananda Tekankan Sinergi Kemanusiaan

BANJARMASIN, dnusantarapost.com Musyawarah Kota (Muskot) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin Tahun 2026 resmi dibuka di Balai Kota Banjarmasin, Sabtu (1/8/2026) pukul 14.00 Wita. Kegiatan ini menjadi agenda organisasi untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih kepengurusan baru PMI Kota Banjarmasin periode 2025–2030.

Pembukaan Muskot dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda yang mewakili Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR, Ketua PMI Provinsi Kalimantan Selatan H. Gusti Iskandar SA, SE., MH., Plt. Ketua PMI Kota Banjarmasin H. Puar Junaidi, S.Sos., SH., MH., unsur Forkopimda, pengurus PMI tingkat kecamatan, serta relawan Korps Sukarela (KSR) PMI.

Dalam sambutan yang dibacakan melalui Wakil Wali Kota, Wali Kota Banjarmasin menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan PMI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pemerintah menghadirkan kebijakan, PMI menguatkan aksi kemanusiaan. Ketika keduanya bersinergi, yang merasakan manfaatnya adalah seluruh warga Kota Banjarmasin. Keberhasilan PMI adalah keberhasilan Kota Banjarmasin dalam melindungi warganya,” ujar Hj. Ananda saat membuka Muskot secara resmi.

Sementara itu, Plt. Ketua PMI Kota Banjarmasin H. Puar Junaidi mengatakan pelaksanaan Muskot berlangsung sesuai mekanisme organisasi dan telah melalui tahapan konsolidasi internal serta koordinasi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Muskot hari ini mendapatkan legitimasi penuh dengan kehadiran unsur pemerintah kota, Forkopimda, pengurus kecamatan, hingga relawan. Ini menjadi momentum memperkuat sinergi PMI dengan Pemko Banjarmasin,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PMI Provinsi Kalimantan Selatan H. Gusti Iskandar menekankan pentingnya evaluasi program kerja lima tahunan sebagai dasar penyusunan program kepengurusan berikutnya.

Ia juga menyoroti kebutuhan darah di Kota Banjarmasin yang diperkirakan mencapai 6.000 hingga 7.000 kantong per bulan, sementara ketersediaan saat ini sekitar 5.000 kantong per bulan.

“Kami berharap Muskot ini melahirkan kepemimpinan dan program yang inovatif. Ke depan, PMI Kalsel mendorong digitalisasi informasi pendonor serta pelibatan Pemko Banjarmasin dalam pembinaan dan audit transparansi tata kelola Unit Donor Darah (UDD),” ujar Gusti Iskandar.

Melalui Muskot ini, PMI Kota Banjarmasin diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. (Alf/Vina)

Pos terkait