Tingkatkan Promosi Pariwisata, Pemkab HST Resmikan Galeri Parisj Van Borneo di Ubud Bali

Hulu Sungai Tengah, Dnusantarapost.com – Galeri Promosi dan Pemasaran Pariwisata serta Produk-Produk Ekonomi Kreatif dari Hulu Sungai Tengah (HST) diresmikan.

Galeri tersebut diresmikan langsung oleh Bupati HST bertempat di Jl. Raya Mas, Ubud Bali pada minggu (4/12).
 
Menurut Bupati HST, H Aulia Oktafiandi, wilayahnya memiliki banyak pesona wisata alam yang sangat indah dan menarik serta produk-produk ekonomi kreatif yang unggul.

Bacaan Lainnya

“Namun masih kurang dalam hal promosi dan belum banyak dikenal serta diketahui oleh masyarakat luas,” katanya di Barabai ibukota HST, Senin (5/12).
 
Ia mengatakan, pembukaan galeri yang dinamakan Parisj van Borneo ini merupakan upaya pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk mempromosikan dan memasarkan destinasi wisata dan produk-produk ekonomi kreatif yang ada di HST.

“Secara lebih masif dan lebih luas lagi, demi mewujudkan pariwisata dan perekonomian bumi murakata yang Maju, Unggul dan Dinamis baik secara komparatif maupun kompetitif,” ujarnya.
 
Ia menambahkan, salah satu alasan dipilihnya daerah Ubud menjadi lokasi pembukaan Gallery adalah karena Bali merupakan pintu gerbang tempat masuknya wisatawan lokal maupun internasional, dinilai tepat untuk mengenalkan HST secara lebih luas.

“Melalui galeri di Bali ini nantinya, wisata HST akan berdinamika dengan semangat Internasional. Dan pemilihan daerah Ubud memiliki karakteristik daerah geografis yang mirip dengan Bumi Murakata,” tambahnya.

Sehingga, orang yang senang dan tertarik berwisata ke Ubud pasti nantinya juga akan menjadi media promosi yang berimbas di sektor pariwisata HST.
 
“Dalam setiap tahunnya ada sekitar 6 jt orang wisatawan asing yang datang berkunjung ke Bali untuk berwisata, namun sebenarnya tujuan wisata mereka bukan hanya Bali saja tapi ingin lebih mengeksplore destinasi-destinasi wisata lain yang ada di Indonesia,” ujar Aulia.

Diharapkan, adanya gallery ini dapat menarik minat wisatawan lokal maupun asing untuk datang berwisata ke HST, tidak usah muluk-muluk cukup 10% saja dari wisatawan yang datang ke Bali melanjutkan perjalanan ke HST.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *