Pasca Aturan Baru, Penumpang Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin Naik Drastis

Banjarbaru, dnusantarapost.com – Pasca diberlakukannya aturan baru terkait penerbangan, penumpang moda transportasi udara di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melonjak drastis.


Semenjak aturan PCR dan Antigen tak lagi wajib menjadi syarat penerbangan kenaikannya pun kini mencapai 67 persen.


General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Dony Subandono, menyampaikan, sejak penerapan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Kemenhub RI Nomor 21 Tahun 2022 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan dalam negeri dengan transportasi udara pada masa pandemi Covid-19 mengalami lonjakan tak biasa.


“Terhitung Kamis (8/3/2022) kemarin, lonjakan penumpang mencapai 2.800 – 3.000 orang dan jumlah naik cukup drastis bahkan kemungkinan terus bertambah yang begitu datang langsung masuk,” ujarnya saat ditemui sejumlah wartawan diruang kerjanya, di Banjarbaru, Jumat (9/3/2022) kemarin.


Selain juga didasari dengan terbitnya Surat Edaran (SE) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 RI Nomor 11 Tahun 2022 yang berlaku pada 8 Maret kemarin, perusahaan di bawah bendara PT Angkasa Pura I itu juga mencatat adanya kenaikan jumlah pengguna jasa penerbangan hingga 2.300 orang perharinya.


“Sempat diberlakukannya aturan Antigen, capaian penumpang Bandara Internasional Syamsudin Noor juga mengalami lonjakan mencapai 3.000 orang hal tersebut cukup berdampak positif,” beber General Manager (GM) Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Dony Subandono.


Dia menjelaskan, sebelum Covid-19 masuk ke Provinsi Kalsel realisasi penumpang di Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor mampu berkisar 4.000 – 5.000 orang yang terhitung sejak 2019 kemarin. Ketika pandemi menyerang, nilai presentase pengguna moda transportasi udara ini mengalami penurunan bahkan menyisakan 16 persen.


“Kemudian secara berkala naik 20 persen, semenjak saya ditugaskan disini, Alhmadulillah, sudah berada diatas 50 persen dan sekarang dikisaran 67 persen,” ungkapnya.


Terkait isu varian baru Omicron yang menyebar di Indonesia hingga masuk ke Kalsel ini, menurut Dony, cukup mempengaruhi jumlah kouta penumpang yang sebelumnya hanya bisa dimaksimalkan sekitar 2.200 orang.


“Tetapi sekarang sudah agak naik menjadi 2.300 orang perharinya bahkan dengan pemberlakuan aturan baru jumlah pelaku jasa penerbangan naik positif,” pungkasnya.


Editor : (Adrian/Ads)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *