BALANGAN, dnusantantarapost.com – Sejalan dengan perubahan peraturan mengenai penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai dan hasil evaluasi oleh Tim Pengelola Kinerja BKPSDM Kabupaten Balangan, diambil langkah untuk menerapkan metode pembelajaran Coaching Clinic sebagai upaya untuk membantu pegawai dalam meningkatkan pemahaman mereka dalam menyusun Sasaran Kinerja Pegawai Tahunan.
Kepala BKPSDM Kabupaten Balangan, H. Sufriannor, S.Sos, M.AP, menekankan pentingnya Dokumen Sasaran Kinerja Pegawai sebagai dokumen yang wajib disusun oleh semua ASN. Dalam menghadapi perubahan peraturan penilaian kinerja aparatur sipil negara yang dinamis, BKPSDM Kabupaten Balangan telah melakukan upaya inovatif dengan memperkenalkan Coaching Clinic Penyusunan SKP.
“Inovasi Coaching Clinic Penyusunan SKP merupakan salah satu upaya yang dilakukan BKPSDM Kabupaten Balangan dalam rangka menindaklanjuti dinamisnya perubahan peraturan penilaian kinerja aparatur sipil negara. Diharapkan dengan inovasi tersebut seluruh ASN dapat memahami dan menyusun SKP sesuai dengan peraturan terbaru”.ucapnya, Kamis (22/6/23) di Balangan.
Sufriannor juga menambahkan, kegiatan Coaching Clinic dilakukan melalui empat tahapan sebagai berikut:
Tahapan penyampaian informasi: Tim pengelola kinerja menjelaskan secara ringkas substansi peraturan dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk berpartisipasi aktif.
Praktek Penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai: Peserta melakukan praktek penyusunan sasaran kinerja pegawai dengan metode cascading top-down sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan, dimulai dari pucuk pimpinan hingga jabatan fungsional atau pelaksana.
Pendampingan Penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai: Tim memberikan pendampingan setelah kegiatan, di mana peserta diminta untuk menyampaikan hasil penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai melalui tatap muka atau secara online.
Monitoring dan Evaluasi: Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mendapatkan saran dan masukan terkait kegiatan serta melakukan koreksi terkait penyusunan sasaran kinerja pegawai yang telah disusun.
Sufriannor berharap dengan adanya implementasi Coaching Clinic, pegawai di lingkungan organisasi perangkat daerah Kabupaten Balangan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dalam menyusun sasaran kinerja. Melibatkan stakeholder, terutama level atas, untuk memberikan bimbingan dan arahan diharapkan dapat membantu mencapai hasil yang optimal dalam penyelenggaraan layanan. (AH)





