BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Universitas Lambung Mangkurat (GMNI ULM) menggelar aksi simbolik berupa doa bersama untuk mengenang relawan dan pejuang kemanusiaan yang gugur saat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aksi berlangsung di gerbang jalur keluar Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kamis (29/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap para relawan yang gugur saat berjuang memadamkan karhutla di berbagai wilayah Indonesia. Selain doa bersama, mahasiswa kembali menyuarakan tuntutan agar pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.
Rektor ULM, H. Iwan Aflanie, hadir langsung untuk memberikan dukungan moral dan apresiasi kepada mahasiswa. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kepedulian terhadap pengorbanan para pejuang kemanusiaan, khususnya mereka yang gugur saat menangani kebakaran hutan dan lahan.
“Pertama kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kepedulian dari para mahasiswa, terutama kepada para pahlawan kita yang gugur ketika mereka berjuang untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Iwan.
Dalam aksi tersebut, GMNI ULM juga mengevaluasi perkembangan tuntutan penetapan karhutla sebagai bencana nasional. Mahasiswa menilai belum ada kemajuan signifikan dari pemerintah sejak aksi unjuk rasa di DPRD Kalimantan Selatan sepekan sebelumnya.
Koordinator Lapangan GMNI ULM, Theo, menegaskan bahwa organisasinya akan terus menyuarakan tuntutan tersebut. Menurut dia, perjuangan para relawan yang gugur harus mendapatkan penghargaan dan perhatian serius.
“Kita ingin agar perjuangan mereka tidak sia-sia, kita ingin perjuangan mereka dihargai di Indonesia, kita ingin kembali berjuang agar karhutla ditetapkan menjadi bencana nasional,” tegas Theo.
GMNI ULM menyatakan akan terus memperjuangkan tuntutan penetapan karhutla sebagai bencana nasional. Mahasiswa juga menekankan pentingnya pemulihan hak korban, rehabilitasi hutan, serta perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak karhutla.
Hingga aksi tersebut berlangsung, GMNI ULM menilai belum ada progres signifikan dari pemerintah pusat terkait tuntutan yang mereka sampaikan dalam demonstrasi sebelumnya. (Alf/Vina)





