Jembatan Bailey Saka Harang Rampung 3 Hari, Akses Dibuka

BANJARMASIN, dnusantarapost.comPemerintah Kota Banjarmasin bersama TNI dan Polri merampungkan pembangunan jembatan darurat tipe Bailey di Saka Harang, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, dalam waktu tiga hari.

Jembatan sementara tersebut kembali membuka akses mobilitas masyarakat setelah Jembatan Saka Harang putus total pada Minggu (30/8/2026).

Bacaan Lainnya

Pengerjaan jembatan darurat dimulai pada Senin (31/8/2026) dan rampung pada Rabu sore (2/9/2026). Dengan selesainya pembangunan tersebut, akses kendaraan roda dua dan roda empat di kawasan Mantuil kembali dapat digunakan.

Sebelumnya, putusnya Jembatan Saka Harang sempat mengganggu aktivitas ekonomi dan transportasi masyarakat, terutama warga di kawasan RT 3, RT 8, hingga Jalan Halinau.

Sejumlah kendaraan roda dua milik warga juga sempat menumpuk di area pelabuhan docking karena tidak dapat melintasi jalur tersebut.

Menyikapi kondisi itu, Pemko Banjarmasin bersama tim gabungan bergerak melakukan penanganan dengan membangun jembatan sementara untuk memulihkan konektivitas masyarakat.

Pada Rabu sore, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Chandra Iriandhy Wijaya serta Dandim 1007/Banjarmasin meninjau langsung kondisi jembatan yang telah selesai dibangun.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kapasitas maksimal jembatan darurat tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini jembatan sementara Saka Harang sudah selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Jembatan ini berkapasitas maksimal lima ton, jadi kami minta masyarakat sama-sama menjaga. Kalau ada kendaraan membawa muatan, tolong jangan melebihi lima ton agar usia jembatan tidak semakin pendek,” ujar Ichrom.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Chandra Iriandhy Wijaya mengatakan jembatan tipe Bailey tersebut merupakan solusi penanganan jangka pendek.

Jembatan sementara itu dibangun dengan dukungan Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) TNI AD untuk memulihkan mobilitas masyarakat setelah akses utama warga terputus.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemko Banjarmasin telah menyiapkan rencana pembangunan jembatan permanen.

“Jembatan sementara ini hadir untuk memulihkan mobilitas warga terlebih dahulu, sementara penanganan konstruksi jembatan permanen baru kita siapkan untuk direalisasikan pada tahun 2027 mendatang,” jelas Chandra.

Rampungnya pembangunan jembatan darurat dalam waktu tiga hari mendapat respons positif dari masyarakat setempat.

Agus Darminto, warga Kelurahan Mantuil, mengapresiasi respons cepat pemerintah dan aparat dalam menangani putusnya akses tersebut.

“Respons pemerintah sangat cepat. Kejadiannya Minggu, Senin mulai dikerjakan, dan Rabu sore sudah selesai. Kami sangat bersyukur karena warga dan pekerja kini bisa beraktivitas kembali dengan aman dan lancar,” tutur Agus.

Meski akses kendaraan telah kembali dibuka, masyarakat Mantuil berharap pembangunan jembatan permanen yang direncanakan pada 2027 dapat direalisasikan.

Keberadaan jembatan permanen dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi kawasan Mantuil, terutama bagi kendaraan angkutan dengan kapasitas yang lebih besar. (Alf/Vina)

Pos terkait