MARTAPURA, dnusantarapost.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar menyiapkan langkah penanganan permanen terhadap lokasi longsor yang terjadi beberapa hari terakhir. Selain itu, akses sementara bagi warga juga akan segera dibangun agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Milky Rosadie, mengatakan pergerakan tanah mulai terpantau sejak Jumat dan mencapai kondisi terparah pada Minggu.
Berdasarkan hasil peninjauan awal bersama tim ahli, longsor diduga dipicu oleh penurunan permukaan air tanah yang menyebabkan struktur tanah kehilangan daya ikatnya.
“Ketika air tanah menyusut, partikel tanah yang sebelumnya jenuh air menjadi kering sehingga kekuatan tanah menurun dan akhirnya terjadi longsor,” ujar Milky.
Untuk menentukan metode penanganan yang tepat, Dinas PUPR bersama tim teknis akan melakukan penyelidikan tanah melalui uji sondir dan pengeboran (boring). Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui kedalaman lapisan tanah keras sebagai dasar perencanaan konstruksi permanen.
Menurut Milky, besaran anggaran penanganan belum dapat ditentukan karena masih menunggu hasil penyelidikan tanah.
“Setelah hasil boring keluar dan kedalaman tanah keras diketahui, baru kami bisa menentukan jenis konstruksi sekaligus menghitung kebutuhan anggarannya,” jelasnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin menggunakan penahan tebing sementara yang dinilai kurang efektif dan berpotensi menghabiskan anggaran tanpa menyelesaikan akar persoalan.
Sebagai solusi permanen, terdapat dua alternatif yang tengah dikaji, yakni pembangunan siring atau konstruksi berbentuk box seperti yang sebelumnya diterapkan di kawasan Teluk Selong.
Sementara menunggu penanganan permanen, PUPR Banjar akan membangun akses darurat berupa titian ulin agar mobilitas warga tidak terputus. Pekerjaan tersebut akan segera dilaksanakan setelah material dan tenaga kerja siap di lapangan.
Di sisi lain, PUPR juga telah berkoordinasi dengan PT PLN terkait tiang listrik yang terdampak longsor.
“Surat sudah kami sampaikan sejak malam kejadian. Pagi ini pihak PLN sudah menerimanya dan kami perkirakan perbaikan tiang listrik mulai dikerjakan hari ini,” kata Milky.
Ia menambahkan, lokasi yang mengalami longsor sebelumnya juga sempat masuk dalam paket pekerjaan yang dikontrakkan pada April dan rampung pada Juni lalu.
Pemerintah Kabupaten Banjar berharap penanganan lanjutan yang disiapkan kali ini mampu mengatasi pergerakan tanah secara menyeluruh sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat di kawasan tersebut dapat kembali terjamin. (nurul)





