Tanah Laut Resmi Jadi Sentra Jagung Kalsel, Bupati Rahmat Siap Optimalkan Lahan Tidur

BATI BATI, dnusantarapost.com — Kabupaten Tanah Laut resmi dicanangkan sebagai Sentra Jagung Provinsi Kalimantan Selatan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, pada Senin (29/6/2026).

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menyatakan bahwa penetapan ini merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus momentum untuk membangkitkan kembali kejayaan sektor pertanian jagung di wilayahnya.

Bacaan Lainnya

“Ini merupakan suatu kehormatan bagi Tanah Laut, bahwa kita ditetapkan oleh Bapak Gubernur beserta Pak Kapolda sebagai sentra jagung,” ujar H. Rahmat Trianto saat diwawancarai usai acara pencanangan.

Bupati Rahmat mengungkapkan bahwa Kabupaten Tanah Laut sebenarnya memiliki sejarah panjang dan rekam jejak yang impresif dalam produksi jagung.

Pada masa kejayaannya, Tanah Laut memiliki lahan tanam jagung hingga mencapai 27.050 hektar dengan capaian produksi yang pernah menyentuh angka 203 ton.

Namun, fluktuasi harga dan tantangan pandemi beberapa tahun lalu sempat membuat sektor ini lesu.

Pada tahun 2020, luas lahan tanam menyusut menjadi 20.000 hektar, lalu merosot lagi di masa pandemi COVID-19 hingga tersisa 14.000 hektar. Pada tahun 2026 ini, luas lahan tanam tercatat berada di angka 16.000 hektar.

“Kenapa itu turun semua? Karena adanya ketidakstabilan harga. Seperti disampaikan Bapak Kapolda tadi, harga rata-rata sempat berkisar Rp1.800 hingga Rp2.000, sehingga petani rata-rata menjauh dari penanaman jagung,” jelasnya.

Untuk mengatasi kecemasan petani terkait ketidakpastian harga, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menyambut baik adanya penerapan tabel rafaksi.

Sistem ini diharapkan dapat memberikan standar harga yang lebih adil dan transparan yang disesuaikan dengan tingkat kekeringan serta kadar air jagung.

“Alhamdulillah hari ini ada tabel rafaksi. Walaupun masih dalam tahap pemrosesan, minimal sudah ada kejelasan harga dulu untuk jagung-jagung yang dicek tingkat kebasahan kadar airnya. Semoga ini bermanfaat untuk mengembangkan lagi hasil produksi jagung kita,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret pasca-pencanangan, H. Rahmat Trianto menegaskan bahwa Pemkab Tanah Laut akan bergerak cepat mengaktifkan kembali potensi lahan yang ada.

Pihaknya berencana segera menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh perusahaan di lingkungan Kabupaten Tanah Laut agar memanfaatkan lahan-lahan tidur untuk ditanami jagung. Target utamanya adalah mengoptimalkan kembali sisa lahan potensial yang dulu pernah mencapai 27.050 hektar.

Komitmen pemerintah dalam mendukung sektor agraria juga dibuktikan dengan alokasi anggaran yang signifikan. Untuk tahun ini, pemerintah telah menggelontorkan bantuan sebesar Rp1,6 miliar bagi para petani dalam bentuk benih, bibit, dan kebutuhan penunjang lainnya.

Dukungan ini dipastikan akan terus berlanjut pada tahun anggaran mendatang.

H. Rahmat Trianto menekankan bahwa visi pembangunan Tanah Laut tidak hanya terpaku pada satu komoditas. Pemerintah daerah berkomitmen memajukan seluruh sektor pertanian dan perkebunan secara merata demi kesejahteraan masyarakat.

“Bantuan ini untuk memberikan dukungan bukan hanya bagi petani padi, tapi di perkebunan juga. Salah satunya jagung, sawit, dan termasuk bawang. Jadi semuanya kita rangkul, karena kita ingin meningkatkan semua sektor yang ada di Kabupaten Tanah Laut, bukan hanya satu sektor saja,” pungkasnya dengan nada optimis. (tata)

Pos terkait