SUNGAI RANGAS, dnusantarapost.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menggelar gladi simulasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dan relawan dalam menghadapi potensi karhutla saat puncak musim kemarau 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3–4 Juni 2026, di Desa Sungai Rangas Tengah, Kecamatan Martapura Barat, itu diikuti oleh unsur pemerintah kecamatan, instansi terkait, dan relawan kebencanaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah antisipasi menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan puncak musim kemarau di Kabupaten Banjar terjadi pada Agustus hingga September mendatang.
Menurut Wasis, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga dibekali simulasi dan praktik langsung penanganan karhutla di lapangan.
“Nanti oleh narasumber akan disampaikan pelatihan tentang bagaimana pemadaman api di lahan, dikombinasikan dengan simulasi dan praktik secara langsung di lapangan,” ujarnya.
BPBD juga menyiapkan sejumlah langkah apabila kebakaran terjadi di wilayah yang sulit dijangkau. Upaya pemadaman akan dioptimalkan melalui jalur darat, namun jika titik api berada di area yang tidak dapat diakses, BPBD akan mengajukan bantuan ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kita upayakan semaksimal mungkin bagaimana bisa mencapai titik api. Tetapi apabila sampai sejauh itu tidak bisa dijangkau, kita akan meminta bantuan ke tingkat Provinsi dan BNPB untuk proses pemadaman dari atas menggunakan helikopter bom air (water bombing),” kata Wasis.
Selain itu, tim siaga bencana di tingkat desa turut disiapkan untuk memperkuat pengawasan dan mempercepat penanganan awal apabila ditemukan titik api, sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum meluas. (nurul octaviani)





