Pemprov Kalsel Pantau Inflasi Jelang Lebaran

BANJARBARU, dnusantarapost.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memantau perkembangan inflasi daerah melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri.

Dalam rakor yang berlangsung secara virtual di Command Center Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (3/3/2026), Gubernur H. Muhidin diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Mursyidah Aminy, didampingi Kepala Biro Perekonomian Eddy Elminsyah Jaya.

Rapat yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Thohir tersebut membahas perkembangan inflasi nasional dan daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional month-to-month tercatat sebesar 4,76 persen, dengan andil terbesar berasal dari kenaikan harga emas dan tarif listrik.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel Eddy Elminsyah Jaya menjelaskan kenaikan harga emas dipengaruhi faktor global, termasuk dinamika geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, perbandingan tarif listrik dengan tahun sebelumnya juga memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi nasional.

Untuk wilayah Kalimantan Selatan, Eddy menyebut inflasi year-on-year tercatat sebesar 5,97 persen, yang juga dipengaruhi oleh faktor kenaikan harga emas dan tarif listrik sebagaimana terjadi secara nasional.

Meski demikian, ia memastikan harga pangan di Kalimantan Selatan saat ini relatif stabil. Pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi Ramadan serta mendekati Hari Raya Idul Fitri yang berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Untuk harga pangan kita stabil dan terkendali. Namun kita tetap siap siaga, khususnya terhadap komoditas volatile food seperti cabai rawit dan cabai merah yang saat ini mengalami kenaikan di banyak daerah,” ujarnya.

Pos terkait