MARTAPURA – Ada kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri yang dirasakan Hijriah, seorang peternak sapi asal Tanjung Rema Darat, Kabupaten Banjar.
Setelah 25 tahun menggeluti dunia peternakan, untuk pertama kalinya sapinya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Tahun ini, Presiden Prabowo membeli tiga ekor sapi dari Hijriah untuk keperluan kurban di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Tengah.
Ketiga sapi itu masing-masing berbobot 1.050 kg, 920 kg, dan 860 kg, berusia rata-rata lima tahun, dan berasal dari jenis PO, Limousin, serta Metalan.
“Yang 860 kg akan disalurkan ke Pondok Pesantren Ahbab Thoha, yang 920 kg ke Masjid Pancasila, dan yang paling besar, 1.050 kg, akan dikurbankan di Masjid Ainul Bariyah, Hulu Sungai Tengah,” ujar Hijriyah saat ditemui di kandangnya, Rabu siang (4/6/2025).
Hijriah mengungkapkan bahwa pembelian telah dilakukan sejak April tahun lalu. Total harga ketiga sapi tersebut mencapai Rp 275 juta, yang telah dibayarkan secara tunai.
“Sapi PO dihargai Rp 100 juta, Limousin Rp 90 juta, dan Metalan Rp 85 juta,” jelasnya.
Sebagai peternak, Hijriyah sangat memperhatikan perawatan hewan ternaknya.
Semua sapi tersebut dimandikan dua kali sehari, diberi pakan rumput yang digiling halus, serta rutin diberi vitamin agar tetap sehat dan bugar.
Dengan mata berbinar, Hijriyah bercerita bahwa dirinya pernah beberapa kali mencoba menawarkan sapinya untuk dijadikan hewan kurban presiden, namun baru kali ini berhasil.
“Saya merasa sangat senang, bahagia, dan bangga. Ini seperti mimpi jadi kenyataan. Sapiku bisa dipilih langsung oleh Pak Prabowo,” tuturnya penuh haru.
Hijriyah juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo karena telah memberdayakan peternak lokal. “Saya bersyukur sekali, Pak Prabowo bisa sampai ke petani kecil seperti saya. Ini sangat berarti,” katanya.
Bagi Hijriah, bukan sekadar penjualan sapi. Ini adalah pengakuan atas kerja keras puluhan tahun yang akhirnya membuahkan hasil yang manis. (nurul octaviani)





