MARTAPURA – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar menjelaskan penyebab Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jembatan Sungai Paring Jalan Ahmad Yani KM 37 mati.
Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum (PJu) DPRKPLH Banjar melalui Kasi PJU Siti Rhofiah mengatakan, setelah mendapat informasi PJU pihaknya langsung melakukan pengecekan.

“Dari hasil pengecekan teknisi kami, PJU itu mati karena jegleg,” ujar Kasi PJU Siti Rhofiah di ruangannya, Senin (5/5/2025)
Ia menjelaskan, penyebab jegleg atau MCB Tripping itu disebabkan oleh puncak beban arus listrik sehingga PJU yang baru ditambahkan pada sekitar bulan Januari 2025 ini mati.
“Karena pada saat jam 6 sore, itu semua lampu menyala sesuai timernya, karena beban listriknya tidak memadai jadi aliran di PJU itu jegleg,” katanya lagi.
Siti Rhofiah menjelaskan lagi, bahwa PJU yang ada di Jembatan Sungai Paring Km 37 ini merupakan PJU otomatis yang menyala ketika pukul 6 sore dan mati ketika pukul 6 pagi.
Untuk menangani permasalahan ini lebih lanjut, teknisi PJU DPRKLH Banjar berencana akan melakukan pengecekan lebih detail, mengingat PJU ini mati berulang kali.
“Biasanya kalau mati berulang kali ada trouble di bagian dalam kabelnya,” lanjut Rhofiah.
Dari pantauan di lapangan pada Senin (5/5/2025) sekitar pukul 22.30 WITA, PJU di Jembatan Sungai Paring KM 37 ini sudah menyala kembali seperti sedia kala sehingga pengendara bisa melewati jembatan dengan aman. (nurul octaviani)





