Pemilik Rental Mobil : Tujuan Jumran ke Cempaka, Mobil Balik Keadaannya Kotor 

BANJARBARU – Pemilik rental mobil, Hendra dalam sidang perdana kasus kematian Juwita Senin (5/5/2025) menjelaskan bagaimana proses Jumran menyewa mobil ditempatnya. 

“Saya dapat kabar dari teman saya bahwa ada yang mau rental mobil jenis Xenia untuk hari Sabtu tanggal 22 Maret 2025,” kata Hendra. 

Pada 22 Maret 2025 sekitar pukul 9 pagi, Jumran datang menggunakan ojek mengenakan kaos hitam dan celana training serta masker. 

“Karena dia datang pakai ojek, saya ajak ngobrol dulu. Soalnya saya punya SOP kalau mau merental harus bawa motor sendiri, jadi motor untuk jaminan,” cerita Hendra. 

Hendra pun meminta identitas Jumran. Melihat KTP Jumran berdomisili Banjarmasin dan seorang anggota TNI AL, Hendra bertanya kenapa Jumran memilih rental mobil di Banjarbaru. 

“Alasannya lagi di rumah teman,” lanjut Hendra. 

Ia juga bertanya tujuan Jumran mau kemana. 

“Dia menjawabnya mau ke Cempaka, dan saya lihat tracking GPS memang berjalan di seputaran daerah sana,” kata Hendra. 

Karena Jumran tidak membawa sepeda motor saat merental, Hendra meminta uang deposito sebesar Rp. 2 juta. 

“Terdakwa mengirim uang via transfer sebesar Rp. 2,4 juta. 2 juta untuk deposit dan 4 ratus ribu biaya rental,” jelas Hendra. 

“Dia juga pinjam uang saya 10 ribu untuk bayar ojek karena tidak ada uang kecil,” kata Hendra.

Mobil Xenia itu kemudian dibawa oleh Jumran dan dikembalikan sekitar pukul 15.00 WITA di tanggal 22 Maret 2025. Namun pada saat itu yang menerima adalah istri Hendra. 

“Saat saya tanya istri, mobil dalam keadaan baik-baik saja tidak ada lecet ataupun penyok hanya saja karpet mobil yang kotor penuh dengan tanah merah,” ujar Hendra. 

Bagian karpet mobil yang kotor itu berada di kursi supir dan kursi bagian tengah. Hendra menceritakan, saat ia membersihkan mobil kursi penumpang di bagian tengah sebelah kanan miring. 

“Kalau sebelah kiri itu full rebahan,” katanya. 

Hendra tidak menemukan keanehan lainnya. Karena bagi Hendra mobil kembali dalam keadaan kotor itu adalah hal yang wajar. 

“Lalu tanggal 29 Maret 2025, saya dihubungi oleh pihak Polisi Militer bahwa mobil saya terlibat dalam kasus ini,” kata Hendra. 

Pada saat itu mobil Xenia tersebut sedang disewa oleh orang lain. Setelah dikembalikan, mobil itu langsung dibawa oleh pihak Polisi Militer. (nurul octaviani)

Pos terkait