BANJARBARU – Proyek rehabilitasi tahap pertama Kolam Renang Idaman Kota Banjarbaru telah rampung, namun saat ini masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor hingga satu tahun ke depan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru terus memantau perkembangan dan memastikan perbaikan terhadap catatan yang muncul selama masa pemeliharaan.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Eka Yuliesda, mengungkapkan bahwa perencanaan teknis rehabilitasi kolam renang ini telah dilakukan sejak 2023 oleh Tim Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat-Program Studi Arsitektur. Tim tersebut dipimpin oleh Dr. Bani Noor Muchammad, ST, MT, yang juga merupakan Dekan Fakultas Teknik Unlam periode 2018-2022.
“Saat ini masih dalam masa pemeliharaan, sehingga segala perbaikan akibat kerusakan masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Masa pemeliharaan ini mengacu pada Pasal 151 ayat (8) Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung,” jelas Eka pada Senin (17/3/2025).
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan kontraktor untuk memastikan semua catatan perbaikan, termasuk hasil kunjungan Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, dapat ditindaklanjuti.
“Salah satu catatan adalah perbaikan starting block, yang saat ini masih dalam proses pemesanan oleh kontraktor,” tambahnya.
Selain itu, beberapa bagian eksterior yang mengalami retak juga akan segera diperbaiki.
“Tembok yang mengalami retak tetap akan diperbaiki karena masih dalam masa pemeliharaan,” lanjutnya.
Saat ini, rehab tahap pertama kolam renang tersebut sedang dalam proses serah terima operasional oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar).
Setelah masa pemeliharaan selesai, serah terima akhir akan dilakukan dari Dinas PUPR ke Disporabudpar sebagai pemilik aset.
“Bangunan yang bukan milik PUPR akan diserahterimakan sementara kepada pemilik aset, dalam hal ini Disporabudpar. Setelah masa pemeliharaan selesai, baru akan dilakukan serah terima final,” jelas Eka.
Sementara itu, Ifan, perwakilan kontraktor pelaksana, menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan perbaikan berdasarkan catatan yang diberikan setelah kunjungan Komisi III DPRD Kota Banjarbaru.
“Kami telah melakukan pengecatan ulang railing hitam, segera memperbaiki dinding yang mengalami retak, dan menunggu pengiriman starting block yang sudah dipesan. Ini bukan pekerjaan tambahan, melainkan bagian dari tanggung jawab kami selama masa pemeliharaan,” ujarnya. (nurul octaviani)






