BALANGAN, dnusantarapost.com – Bupati Balangan, H. Abdul Hadi, meresmikan Hotel Ar Raudah di Kabupaten Balangan, pada Senin (3/3/2025). Peresmian ini ditandai dengan prosesi pemotongan pita yang disaksikan oleh sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan.
Usai peresmian, Bupati bersama pemilik hotel, H. Abdul Fatah, meninjau berbagai fasilitas hotel, termasuk kamar-kamar yang tersedia bagi tamu. Abdul Hadi mengapresiasi desain serta kenyamanan yang ditawarkan oleh hotel ini.
“Dari segi desain dan kualitas kamar, menurut saya, Hotel Ar Raudah ini tidak kalah indah dengan hotel-hotel di kota-kota besar. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Balangan,” ujar Bupati.
Sementara itu, H. Abdul Fatah, selaku pemilik hotel, menjelaskan bahwa Hotel Ar Raudah hadir dengan brand sendiri dan mengedepankan kualitas layanan terbaik. Hotel ini memiliki 57 kamar, mulai dari tipe standar hingga presidential suite.
“Kami memastikan kenyamanan tamu dengan menggunakan perlengkapan seperti kasur dan sprei berstandar hotel bintang lima,” jelasnya.
Lebih lanjut, Abdul Fatah mengungkapkan bahwa seluruh jajaran direksi dan manajemen hotel ini berasal dari Kabupaten Balangan. Ia menegaskan bahwa hal ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap potensi sumber daya manusia (SDM) lokal.
“Kami bangga memanfaatkan tenaga kerja lokal. Kami yakin, masyarakat Balangan memiliki kecerdasan dan kemampuan yang mumpuni dalam mengelola hotel ini,” tambahnya.
Tak hanya berfokus pada bisnis perhotelan, Hotel Ar Raudah juga menunjukkan kepedulian terhadap kegiatan keagamaan. Pihak hotel menyediakan satu kamar khusus gratis selama dua hari bagi habaib dan ulama yang datang untuk mengisi acara di Balangan.
“Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Balangan, tak hanya dalam bidang pariwisata dan perhotelan, tetapi juga dalam mendukung kegiatan keagamaan di daerah ini,” tutup Abdul Fatah.
Dengan diresmikannya Hotel Ar Raudah, Kabupaten Balangan kini memiliki pilihan akomodasi berkelas yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, bisnis, serta kegiatan keagamaan di daerah tersebut.






