MARTAPURA, dnusantarapost.com- Hampir satu bulan tergenang banjir, warga Desa Tunggul Irang tak kunjung dapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Banjar.

Air menggenangi Desa Tunggul Irang sejak akhir Desember 2024. Sempat surut pada awal Januari 2025, namun sejak pertengahan Januari 2025 air meningkat kembali dan tak kunjung surut dan hingga kini terus mengalami peningkatan.
Saat ini, banjir menggenangi ruas Jalan Melati. Warga mulai kesulitan beraktivitas karena jalanan sudah tidak bisa dilalui menggunakan sepeda motor.
Salah seorang warga Desa Tunggul Irang, RT 2 Mila mengatakan ia harus menempuh perjalanan sepanjang 2 kilometer dengan berjalan kaki dari rumahnya ke tempatnya bekerja karena jalanan tak bisa dilalui kendaraan.
“Terpaksa jalan kaki karena jalan tidak bisa dilewati sepeda motor, setengah jam baru sampai ke tempat kerja,” ujarnya.
Rumahnya juga sudah terendam banjir. Di dalam rumah, ketinggian air mencapai 15 cm.
Ia dan dua orang anaknya hanya mengandalkan ranjang saja untuk beraktivitas di dalam rumah. Sedangkan ibunya sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Mila mengatakan, selama kurang lebih satu bulan itu, ia belum merasakan uluran baik transportasi maupun logistik dari Pemerintah Kabupaten Banjar.
“Sejauh ini belum ada bantuan, padahal kita disini mulai kesulitan beraktivitas, minimal sembako lah,” ungkapnya.
Berdasarkan data dari Aparat Desa Tunggul Irang, air mengalami peningkatan secara berkala. Ketinggian air bervariasi hingga kedalaman 100 cm lebih.
Rumah yang terendam berjumlah 127 rumah yang dihuni 212 Kepala Keluarga dan 641 jiwa. Sebagian warga memilih bertahan di rumahnya masing-masing dengan alasan sudah terbiasa dengan kondisi ini dan untuk menjaga barang-barang berharga mereka. (nurul octaviani)





