Jelang Liga 1, DPKP Banjar Inspeksi Sistem Proteksi Kebakaran Stadion Demang Lehman

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar melalui Bidang Pencegahan menggelar Inspeksi sistem proteksi kebakaran Dalam Rangka Re-Risk Assesment Stadion Demang Lehman, Kamis (23/1/2025) pagi.

Bacaan Lainnya

Stadion Demang Lehman baru saja rampung direnovasi dan resmi dikelola Pemakba Banjar ini akan digunakan untuk penggelaran Liga 1.

“Ini bagian dari upaya Pemkab Banjar untuk melakukan pengecekan sistem proteksi kebakaran sebelum Liga 1 digelar,” ujar Kepala DPKP Banjar, Agus Siswanto.

Kepala Dinas DPKP Kabupaten Banjar Agus Siswanto menugaskan Bidang Pencegahan untuk melakukan Inspeksi Sarana prasarana proteksi kebakaran yang terdapat pada Stadion atas dasar dari surat permintaan dari pihak PT. Putra Barito Berbakti selaku penyelanggara acara untuk memastikan kesiapan stadion.

Adapun Acara Re-Risk Assesment Stadion Demang Lehman untuk kesiapan untuk penggelaran Liga 1 ini dilakukan bersama, Team PT. Putra Barito Berbakti sebagai pihak Penyelenggara, tim Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, DPKP Banjar dan Dinas Kesehatan Kab Banjar.

Pemeriksaan Proteksi dan uji coba sistem sarana proteksi kebakaran pada bangunan Stadion Demang Lehman meliputi Apar, Smoke Detector, Fire Alarm, Springkler, Hidran Halaman, Pompa Hidran, Reservoar.

Serta melakukan pemerikasaan Simbol safety yang terpasang pada bangunan gedung berupa simbol jalur evakuasi dan simbol titik kumpul.

Serta juga Pemeriksaan Pemasangan dan ketersediaan alat proteksi. Melakukan Perhitungan pemasangan alat proteksi dan

“Kita melihat kelengkapan yang terpasang dan memastikan apakah sudah sesuai dan telah berfungsi dengan baik,” lanjutnya.

DPKP Banjar juga melakukan pengetesan pada Hidran Halaman agar mengetahui apakah hidran berfungsi dan mesin pompa dapat menyala dan berfungsi dengan baik.

Tak luput, mereka juga melakukan pengetesan Smoke Detector untuk mengetahui apakah alarm dan detektor sudah terkoneksi ke MCFA dan terlihat tempat atau zona yang terindikasi.

“Kita juga cek pemasangan jalur springkler telah baik dan benar dan untuk mengetahui apakah mesin pompa dan alarm berfungsi dengan baik serta terkoneksi,” tambahnya. (nurul octaviani)

Pos terkait