Hujan Guyur Martapura dan Banjarbaru, Hotspot Masih Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Kalsel

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Hujan deras mengguyur wilayah Martapura, Kabupaten Banjar, dan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (31/10/2026). Di tengah kondisi tersebut, jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Kalsel menunjukkan penurunan signifikan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI), jumlah hotspot yang sebelumnya mencapai 246 titik dalam pemantauan 24 jam, turun menjadi 10 titik dalam pembaruan data dengan rentang pemantauan 12 jam.

Bacaan Lainnya

Pada data awal yang diunduh Sabtu, sebanyak 246 titik panas terdeteksi tersebar di 11 kabupaten/kota di Kalsel. Kabupaten Kotabaru menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 64 titik, disusul Kabupaten Tapin 49 titik.

Selanjutnya, Balangan dan Tanah Laut masing-masing mencatat 25 titik, Kabupaten Banjar 23 titik, Tabalong dan Tanah Bumbu masing-masing 14 titik, Hulu Sungai Selatan 13 titik, Barito Kuala 9 titik, Hulu Sungai Utara 8 titik, serta Kota Banjarbaru 2 titik.

Sementara itu, berdasarkan pembaruan data terbaru, jumlah hotspot tersisa 10 titik yang tersebar di empat kabupaten.

Kabupaten Tapin mencatat jumlah terbanyak dengan empat titik, disusul Balangan sebanyak tiga titik. Kemudian Kotabaru terdeteksi dua titik panas dan Hulu Sungai Selatan satu titik.

Dari sumber pendeteksian satelit, data terbaru menunjukkan NASA-MODIS dan NASA-NOAA20 masing-masing mencatat empat titik, sedangkan NASA-SNPP mendeteksi dua titik panas.

Di tengah turunnya hujan di sejumlah wilayah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetap memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 30 November 2026.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, sebelumnya menyampaikan bahwa perpanjangan status tersebut merupakan arahan Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Keputusan itu mempertimbangkan kondisi karhutla yang masih terjadi serta prakiraan BMKG terkait belum meratanya musim hujan di sejumlah wilayah Kalsel.

Berdasarkan data BPBD Kalsel yang disampaikan pada 27 Oktober 2026, sekitar 28 ribu hektare lahan telah terdampak karhutla dengan jumlah kejadian mencapai sekitar 5.000 sepanjang tahun ini.

Meski hujan mulai membantu menekan titik api, upaya pemadaman dan pembasahan lahan masih dilakukan untuk mencegah kebakaran kembali meluas. (tata(

Pos terkait