BANJARMASIN, dnusantarapost.com — SMK Negeri 5 Banjarmasin mengembangkan inovasi pengolahan limbah plastik menjadi paving blok. Program yang dirintis sejak 2025 ini melibatkan siswa mulai dari pengumpulan sampah di lingkungan sekolah hingga proses perancangan dan pembuatan produk.
Inovasi tersebut memanfaatkan limbah plastik, terutama kantong plastik kresek dan botol plastik yang sulit terurai. Program ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan kedisiplinan dan kepedulian lingkungan kepada siswa.
Dalam pelaksanaannya, seluruh siswa diwajibkan memungut dan mengumpulkan sampah di sekitar lingkungan sekolah sebelum pulang. Sampah yang terkumpul kemudian dimanfaatkan dalam program pembuatan paving blok.
Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Banjarmasin, Muhammad Tarmiji, menjelaskan bahwa inovasi tersebut berawal dari kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Program itu selanjutnya dikembangkan agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan daya saing.
“Hasil yang kami jalankan itu bermanfaat di lingkungan sekolah kami dulu, terus kami akan memproses lebih lanjut supaya kita akan bersaing dengan yang di luar supaya kami akan memproses sebaik mungkin, itu akan menjadi produk kita dengan usaha di luar,” ujar Tarmiji.
Menurut dia, pengelolaan sampah tersebut dilakukan dengan modal minimal, tetapi diharapkan memberikan manfaat bagi pengembangan keterampilan peserta didik.
Program pembuatan paving blok dari limbah plastik itu saat ini masih dalam tahap uji coba dan penyempurnaan kualitas. Pihak sekolah juga telah menjalin komunikasi serta memperoleh dukungan dari pemangku kepentingan di tingkat kota dan provinsi.
Sekolah berharap inovasi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga produk paving blok yang dihasilkan berpeluang dipasarkan secara luas dan menjadi salah satu upaya pemanfaatan limbah plastik. (Alf/Vina)





