Kabut Asap Picu Gangguan Kesehatan, Dinkes Banjarmasin Soroti Kelompok Rentan

BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gangguan kesehatan akibat kabut asap. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu penyakit yang paling banyak dikeluhkan warga di tengah memburuknya kondisi udara.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Banjarmasin, Muhammad Ridhani, S.Kep., mengatakan paparan asap juga berpotensi memperburuk sejumlah gangguan kesehatan lain, seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), pneumonia, iritasi mata, hingga diare akut.

“Mayoritas gejala yang muncul masih ringan hingga sedang, seperti batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, mata perih, hingga sesak napas,” ujar Ridhani saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

Menurut Ridhani, paparan polutan udara dapat berdampak pada siapa saja. Namun, sejumlah kelompok memiliki risiko kesehatan lebih tinggi dan membutuhkan perlindungan ekstra.

Kelompok tersebut meliputi anak-anak dan balita, lanjut usia di atas 60 tahun, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta atau komorbid. Kebiasaan merokok dan tingginya intensitas aktivitas di luar ruangan juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan polutan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Dinkes Kota Banjarmasin mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Warga juga disarankan menggunakan masker serta kacamata pelindung ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan air putih dan menjaga kebersihan makanan. Warga yang mengalami sesak napas berat atau batuk berkepanjangan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan, selama kondisi udara terdampak kabut asap. (Alf/Vina)

Pos terkait