BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Harga eceran telur ayam ras di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, masih bertahan di angka Rp28.000 per kilogram meski harga modal dari pemasok Pulau Jawa naik Rp2.000 menjadi Rp24.000 per kilogram. Pedagang memilih tidak menaikkan harga jual di tengah penyesuaian biaya pengiriman untuk menjaga daya beli masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan pada Rabu (14/10/2026), harga modal telur ayam ras mengalami kenaikan dari Rp22.000 menjadi Rp24.000 per kilogram. Kenaikan tersebut berdampak pada margin keuntungan pedagang eceran karena harga jual kepada konsumen belum berubah.
Eti, salah seorang pedagang telur di Pasar Sentra Antasari, mengatakan kenaikan harga modal berkaitan dengan bertambahnya biaya pengiriman dari Pulau Jawa setelah insiden pelayaran kapal Virgo.
“Terjadi penyesuaian harga modal dari Pulau Jawa yang semula Rp22.000 menjadi Rp24.000 per kilogram akibat kenaikan biaya pengiriman. Namun, kami tetap mempertahankan harga eceran kepada konsumen di kisaran Rp28.000 per kilogram,” ujar Eti.
Menurut keterangan pedagang, keputusan mempertahankan harga eceran dilakukan untuk menjaga keterjangkauan telur bagi masyarakat sekaligus mengantisipasi penurunan volume penjualan.
Dengan harga modal yang meningkat sementara harga jual tetap, selisih harga yang diperoleh pedagang menyusut. Kondisi ini membuat pedagang harus menanggung dampak kenaikan biaya pasokan melalui berkurangnya margin keuntungan, sebelum memperhitungkan biaya operasional lainnya.
Di sisi lain, ketersediaan telur ayam ras di Pasar Sentra Antasari dilaporkan masih mencukupi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Meski demikian, perkembangan biaya pengiriman dan harga dari pemasok tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga stabilitas harga di tingkat eceran. (Alf/Muhajir)





