BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Kebakaran melanda kawasan bantaran Sungai Pasar Lama, RT 02 RW 02, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Rabu (16/9/2026) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.00 WITA tersebut menghanguskan 15 bangunan, terdiri atas 14 toko dan satu musala. Kebakaran berdampak pada 22 kepala keluarga (KK) atau 55 jiwa.
Salah seorang korban, Sabri, mengatakan api pertama kali muncul dari sebuah toko sayur. Menurut dia, kebakaran diduga bermula dari kompor gas.
“Awal mula api dari kompor gas di sebelah sini, bibi yang jualan sayur. Kejadiannya sekitar jam 4 lewat subuh,” kata Sabri.

Ia menduga kebocoran selang gas menjadi pemicu api yang kemudian membesar dengan cepat. Barang-barang di dalam toko tidak sempat diselamatkan.
” Kemungkinan selangnya bocor dan tiba-tiba meletus yang membuat api berkobar hebat. Barang-barang pun tidak bisa diselamatkan lagi, habis semua di dalam toko,” ujarnya.
Merespons kejadian tersebut, Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mendatangi lokasi pada Rabu sore.
Kedatangan tersebut sekaligus untuk menyerahkan bantuan sosial logistik tanggap darurat bencana kepada warga yang terdampak kebakaran.
Yamin menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan berharap bantuan pemerintah dapat meringankan beban warga.
“Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin turut berbelasungkawa atas terjadinya kebakaran subuh tadi. Kita tidak menginginkan hal ini terjadi, namun ini adalah musibah yang terjadi. Harapan kita, apa yang bisa diberikan oleh pemerintah dapat meringankan beban Bapak-Ibu sekalian,” ujar Yamin.
Ia mengatakan Pemko Banjarmasin akan terus berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan lanjutan bagi warga terdampak.
“Kita berharap Bapak-Ibu dalam menghadapi segala hal tentunya harus sabar. Mudah-mudahan kita akan terus komunikasikan lagi dan bisa memberikan dukungan serta terus memperbaiki keadaan yang terjadi seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Eka Rahayu Normasari menjelaskan bantuan yang disalurkan terdiri atas bahan sandang dan pangan dari Dinas Sosial, dana Rp3 juta dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta bantuan Rp500 ribu dari Baznas.
Selain itu, bantuan juga diberikan oleh Kapolresta Banjarmasin.
“Bantuan ini diberikan kepada kepala keluarga, jadi hitungannya per KK bukan per jiwa. Karena yang terkena dampak dari musibah ini sebanyak 22 KK atau 55 jiwa,” jelas Eka.
Dinas Sosial Kota Banjarmasin juga mendirikan dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak.
Namun, karena lokasi kebakaran berada di kawasan pasar yang tetap beroperasi, makanan dari dapur umum disalurkan dalam bentuk bungkusan untuk sarapan dan makan siang.
Eka juga mengimbau masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya saat musim kemarau.
“Potensi kebakaran bisa berasal dari kompor maupun listrik. Apalagi rumah-rumah warga di bantaran sungai Pasar Lama banyak yang berbahan kayu sehingga mudah terbakar,” katanya.
Warga juga diminta memperhatikan penggunaan peralatan listrik, seperti colokan pengisi daya telepon seluler, kipas angin, dan perangkat elektronik lainnya. Kehati-hatian saat menggunakan peralatan dapur juga perlu ditingkatkan.
Penanganan warga terdampak masih dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin bersama unsur Forkopimda. Bantuan dan koordinasi lanjutan disiapkan untuk mendukung proses pemulihan warga yang terdampak kebakaran. (Alf/Vina)





