SUNGAI TABUK, dnusantarapost.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, menjadi perhatian Bupati Banjar H Saidi Mansyur.
Pada Jumat (4/9/2026) sore, Saidi turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lahan yang terbakar sekaligus memastikan proses pemadaman dilakukan secara maksimal.
Dalam peninjauan tersebut, Saidi didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar Agus Siswanto, serta sejumlah unsur terkait.
Lokasi kebakaran berada tepat di belakang permukiman warga. Kondisi lahan yang dipenuhi semak belukar, tanaman galam dan pohon akasia membuat proses pemadaman tidak mudah. Terlebih, di kawasan tersebut juga terdapat pemakaman.
Warga setempat, Alfani (46), mengungkapkan kebakaran telah berlangsung selama tiga hari. Api yang sebelumnya berhasil dipadamkan kembali muncul di sejumlah titik dan menimbulkan asap.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kebakaran merasa khawatir, terutama saat malam hari.
“Susah dipadamkan, kalaupun sudah padam, tapi asap muncul lagi, terbakar lagi. Tidurnya jadi tidak enak, karena was-was kalau malam nyala lagi, karena lokasi berada di belakang rumah,” tuturnya.
Saat berada di lokasi, Saidi bersama tim gabungan ikut memastikan titik-titik yang masih mengeluarkan asap mendapat penanganan. Pembasahan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah bara api kembali menyala.
Petugas bahkan harus memperpanjang sambungan selang agar dapat menjangkau titik asap yang berada cukup jauh, termasuk bara yang muncul dari sekitar akar pepohonan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla karena api tidak hanya berada di permukaan, tetapi juga berpotensi menjalar di dalam lapisan lahan.
Saidi mengapresiasi keterlibatan petugas gabungan dan masyarakat yang bersama-sama melakukan pemadaman.
Ia menyebut, penanganan akan terus dilakukan, khususnya terhadap titik-titik api yang berada dekat dengan rumah warga.
“Kita sudah melakukan pemadaman di daerah sana, dan ternyata kita kembali ke sini. Warga minta tolong untuk dilakukan pemadaman atau pembasahan di daerah berikutnya,” kata Saidi.
Menurut Saidi, kondisi lahan di kawasan tersebut membuat pemadaman membutuhkan penanganan lebih ekstra. Aliran api yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
“Karena memang aliran apinya cukup susah, berbeda dengan kebakaran yang terjadi di atas tanah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Banjar, lanjut Saidi, akan terus memantau perkembangan di lokasi hingga tidak ditemukan lagi asap maupun titik api.
“Ini juga akan kita pantau terus sampai nantinya asap tidak ada lagi terlihat di titik api yang ada di sekitar permukiman warga ini,” pungkasnya.
Meski api berhasil dikendalikan menjelang Magrib, personel gabungan tetap disiagakan di kawasan tersebut. Pemantauan dilakukan sepanjang malam hingga keesokan harinya guna mengantisipasi munculnya kembali bara api. (nurul)





