BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman menggelar rapat koordinasi (rakor) gabungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.
Rakor tersebut digelar Selasa (25/8/2026) di kediaman pribadi Gubernur Kalsel di Jalan Lingkar Selatan Dalam, Kota Banjarmasin. Pertemuan turut dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel.
Rakor membahas pembentukan tim atau satuan tugas (satgas), pemetaan wilayah penanganan, serta penyusunan skenario operasi lapangan untuk mempercepat penanganan karhutla.
Tim tersebut berada di bawah komando Gubernur H Muhidin. Wilayah penanganan mencakup kawasan ring 1 Guntung Damar hingga Bandara Syamsudin Noor, serta kawasan hutan lindung di Pengayuan dan Liang Anggang.
Dalam arahannya, Gubernur meminta pemetaan tindakan secara detail di masing-masing wilayah, termasuk kebutuhan jumlah personel dan peralatan yang akan dikerahkan ke lapangan.
Struktur tim melibatkan Gubernur, Wakil Gubernur, dan unsur Forkopimda. Unsur tersebut mencakup Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Komandan Korem 101/Antasari, Kepala BIN Daerah, Kajati Kalsel, Ketua Pengadilan Tinggi, Kepala BNN, Komandan Lanal Banjarmasin, Komandan Lanud Syamsudin Noor, serta Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel.
Sementara itu, posisi koordinator atau pelaksana dipegang Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq bersama Wali Kota Banjarbaru, BPBD, serta Dinas PUPR.
Pembagian wilayah penanganan juga ditetapkan dalam rakor tersebut.
Kawasan Guntung Damar-Banjarbaru dikoordinasikan Dinas ESDM dengan dukungan Satpol PP dan personel Lanud Syamsudin Noor.
Kemudian, kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dan sekitarnya menjadi tanggung jawab Dinas Kehutanan bersama Dinas Sosial dan jajaran Lanud Banjarmasin.
Sementara itu, wilayah Pengayuan dan sekitarnya dikoordinasikan Dinas Perkebunan dan Peternakan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Polda Kalsel, Korem 101/Antasari, Pemko Banjarbaru, serta relawan.
Dalam penanganan karhutla, kawasan Bandara Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru masih menjadi prioritas sebagai area ring 1. Pemko Banjarbaru juga diarahkan membentuk tim tersendiri untuk memperkuat penanganan di wilayahnya.
Pada kesempatan tersebut, Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan sejumlah arahan terkait penanganan karhutla. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi Waduk Riam Kanan karena terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang memasok listrik bagi masyarakat.
Kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ditunjuk sebagai koordinator wilayah kemudian melaporkan kondisi lapangan, jumlah personel yang telah dikerahkan, serta kebutuhan peralatan.
Gubernur H Muhidin selanjutnya memberikan arahan mengenai langkah pengamanan kawasan dan percepatan penanganan karhutla, termasuk pengerahan peralatan berat seperti ekskavator untuk mendukung upaya pemadaman. (Alf)





