BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Kebiasaan menukar waktu tidur malam dengan nongkrong hingga pagi di kafe yang beroperasi 24 jam dinilai berisiko bagi kesehatan jika dilakukan secara terus-menerus.
Kepala UPTD PPA Kota Banjarmasin sekaligus Ahli Gizi, Susan, S.ST, mengingatkan anak muda agar tidak menjadikan begadang sebagai kebiasaan. Hal itu disampaikannya saat ditemui di Banjarmasin, Minggu (9/8/2026).
Menurut Susan, malam hari merupakan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan sel. Namun, kebiasaan begadang membuat tubuh tetap beraktivitas pada waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur.
“Secara kesehatan itu tidak baik. Saat seharusnya jam tidur, mereka malah begadang. Apalagi begadang itu kerap diiringi penggunaan vape atau rokok. Asap yang mengepul itu masuk ke paru-paru, dan udara malam membuat penyerapan di paru-paru jauh lebih cepat,” ujar Susan, Minggu (9/8/2026).
Susan mengatakan, kebiasaan tersebut apabila dilakukan secara konsisten selama tiga hingga empat bulan dapat memicu penurunan daya tahan tubuh. Kondisi itu, menurut dia, dapat membuat tubuh mudah lelah dan fungsi organ vital mulai terganggu.
Selain pola tidur, konsumsi kopi secara berlebihan setelah tengah malam untuk menahan kantuk juga menjadi perhatian. Susan menilai konsumsi kafein dan makanan berat pada larut malam dapat berdampak terhadap kesehatan organ tubuh.
“Mulai jam sembilan malam, organ seperti lambung, ginjal, dan hati itu idealnya sudah beristirahat. Jika terus dipaksa bekerja akibat kafein dan pola hidup yang salah, jangan heran kalau sekarang banyak anak muda yang sudah terkena diabetes, gangguan ginjal, hingga penyakit paru-paru,” jelasnya.
Susan juga menanggapi anggapan bahwa tidur siang dalam durasi lama dapat menggantikan waktu tidur malam yang hilang. Menurut dia, tidur siang tidak dapat disamakan dengan tidur malam dalam hal pemulihan sel dan fungsi alami tubuh.
Karena itu, Susan mengimbau mahasiswa dan anak muda untuk mulai memperbaiki pola hidup. Begadang, kata dia, sebaiknya tidak dijadikan rutinitas dan hanya dilakukan sesekali apabila ada kebutuhan yang mendesak.
“Atur kembali pola hidup. Jangan biasakan merokok dan mengopi sampai larut malam. Imbangi juga dengan aktivitas fisik di pagi hari seperti olahraga ringan, jalan kaki, atau berkebun. Jika kebiasaan buruk ini diteruskan, sama saja dengan menimbun penyakit sejak usia muda,” pungkasnya.
(Alf/Vina)





