BANJARMASIN, dnusantarapost.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Permohonan maaf tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPRD Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Kamis (02/07/2026). Rapat turut dihadiri perwakilan PLN UP3 Banjarmasin, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Ombudsman Kalimantan Selatan, serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Selatan.
PLN menjelaskan, pemadaman bergilir dilakukan sebagai langkah menjaga keandalan sistem interkoneksi Kalimantan sekaligus mencegah terjadinya pemadaman total (blackout).
Menurut PLN, kondisi tersebut dipicu gangguan teknis pada salah satu pembangkit di Kalimantan Tengah serta keterlambatan pemeliharaan pembangkit lainnya.
Per 3 Juli 2026, sistem kelistrikan berstatus Siaga dengan cadangan daya sebesar 52 megawatt (MW). Kondisi tersebut akan dievaluasi secara berkala setiap dua pekan.
PLN menargetkan proses perbaikan pembangkit selesai pada akhir September 2026 sehingga pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dapat kembali normal.
Terkait kompensasi, PLN menyatakan pelanggan berhak memperoleh pengurangan tagihan apabila pemadaman melebihi enam kali atau total enam jam dalam satu bulan dan tidak disebabkan keadaan force majeure, sesuai ketentuan TMP dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025.
Untuk pelanggan pascabayar non-subsidi dengan daya di atas 900 VA, kompensasi diberikan berupa potongan sebesar 35 persen dari tagihan minimum. Sementara pelanggan pascabayar subsidi dengan daya 450–900 VA memperoleh potongan sebesar 20 persen dari biaya beban.
Adapun pelanggan prabayar dapat memperoleh kompensasi berupa Token TMP melalui aplikasi PLN Mobile, Call Center 123, atau kantor unit PLN terdekat.
PLN menyatakan saat ini terus mengerahkan tim teknis guna mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.
“Kami ingin segera menyelesaikan kondisi ini dengan cepat,” ujar perwakilan PLN.(Alf/Vina)





