BEM se-Kalsel Geruduk DPRD, Soroti Kasus Air Keras Hingga Isu Lingkungan

BANJARMASIN,dnusantarapost — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalsel beserta dengan masyarakat Sidomulyo Banjarbaru geruduk Kantor DPRD Kalsel pada Rabu (22/4) dengan membawa sembilan tuntutan.

Bacaan Lainnya

Kesembilan tuntutan yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel itu antara lain mendesak aparat penegak hukum untuk mengungkap aktor intelektual dan pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Selain kasus Andrie Yunus, massa secara spesifik menyuarakan penolakan keras terhadap rencana penggusuran lahan warga Sidomulyo oleh oknum aparat TNI.

Isu lingkungan juga menjadi motor penggerak aksi, di mana mahasiswa menuntut penghentian praktik tambang ilegal, pemberantasan mafia tanah, hingga penolakan terhadap penetapan Taman Nasional Meratus yang dianggap merugikan masyarakat lokal.

​Tak hanya menuntut kebijakan, massa juga melayangkan “rapor merah” terhadap transparansi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintah pusat.

​Dalam tuntutannya, aliansi mahasiswa menantang para pemangku kebijakan untuk keluar menemui massa. Mereka meminta kehadiran Ketua DPRD Kalsel, Danrem 101/Antasari, Kapolda Kalsel, hingga jajaran pimpinan terkait untuk memberikan penjelasan langsung di depan publik. (Nawir)

Pos terkait