GMNI Banjarmasin Soroti Krisis Nalar di Era Banjir Informasi

BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Banjarmasin menggelar diskusi publik bertajuk “Menjaga Nalar di Era Kekuasaan yang Bobrok” di Gedung Batas Kota, Banjarmasin, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Willy Alfarius, S.Sej., M.A dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) serta Satria, aktivis mahasiswa. Diskusi dipandu oleh Charles Aruan dari GMNI ULM.

Ketua DPC GMNI Banjarmasin, Noorhani, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan tersebut dilatarbelakangi kegelisahan terhadap menurunnya daya kritis masyarakat di tengah derasnya arus informasi.

“Menjaga nalar kritis itu penting dalam kondisi sekarang ini. Kita sangat mudah menemukan informasi, namun karena terlalu banyak, justru sering terjadi overload informasi,” ujarnya.

Sesi pertama diskusi diawali pemaparan Willy Alfarius yang menyoroti pola pikir masyarakat yang dinilai semakin pragmatis dan kurang peduli terhadap isu politik.

“Pada saat ini masyarakat cenderung memiliki pemikiran praktis dan kurang memperhatikan politik. Cara memandang kekuasaan politik juga banyak dipengaruhi oleh media sosial,” kata Willy.

Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Satria yang mengulas sejarah pergerakan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Ia menegaskan bahwa kaum intelektual memiliki peran penting dalam membangun kembali kesadaran kritis masyarakat.

“Bangsa ini lahir dari orang-orang yang menolak diam dalam penindasan. Peran kaum intelektual sangat penting untuk membangun kembali nalar kritis di semua kalangan,” ujarnya.

Diskusi yang berlangsung dinamis tersebut ditutup dengan kesimpulan dari moderator Charles Aruan yang menekankan pentingnya menjaga sikap kritis dalam kehidupan demokrasi.

Menurutnya, demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh jika masyarakat memiliki kesadaran kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai arus informasi.

Pos terkait