BALANGAN, dnusantarapost.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menyampaikan penjelasan terkait banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Tebing Tinggi, menyusul beredarnya berbagai dugaan mengenai penyebab peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, mengatakan bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Perwakilan Kalimantan Selatan, banjir bandang terjadi pada saat intensitas curah hujan berada pada kategori sangat tinggi dalam waktu singkat.
“Curah hujan yang tercatat cukup ekstrem. Dalam satu malam, jumlah hujan yang turun setara dengan akumulasi dalam waktu yang lebih panjang,” kata Rahmi, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berpengaruh terhadap kemampuan kawasan pegunungan di wilayah hulu sungai dalam menyerap air, sehingga terjadi limpasan yang memicu banjir bandang.

Menanggapi dugaan adanya aktivitas pertambangan di wilayah hulu sungai, Rahmi menyebutkan bahwa hingga saat ini belum terdapat konfirmasi resmi. Pemantauan awal dilakukan bersama Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup berdasarkan peta dan data yang tersedia.
“Sampai sekarang belum ada laporan resmi yang menyatakan adanya aktivitas pertambangan di wilayah tersebut,” ujarnya.
Rahmi juga menyampaikan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup telah menurunkan tim untuk melakukan penelusuran lapangan dan kajian teknis terkait kondisi lingkungan di Kecamatan Tebing Tinggi. Tim tersebut melibatkan tenaga ahli serta dukungan pemantauan berbasis satelit.
“Proses penelusuran masih berjalan, dan kami menunggu hasil resmi dari pihak kementerian,” katanya.
Terkait dugaan penebangan hutan, Rahmi menyebutkan bahwa berdasarkan pengamatan saat kejadian dan keterangan warga, tidak ditemukan material kayu atau hasil tebangan yang terbawa arus banjir.
“Informasi sementara yang kami terima, arus banjir didominasi air dengan kecepatan tinggi,” jelasnya.
BPBD Balangan menegaskan bahwa informasi yang disampaikan saat ini merupakan hasil pemantauan dan koordinasi awal. Pihaknya menyatakan terbuka terhadap hasil kajian lanjutan dari instansi berwenang guna memastikan faktor-faktor penyebab banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi secara menyeluruh.





