128 Tulang Dirangkai, Begini Cara Polisi Identifikasi Kerangka Manusia di Banjarbaru

BANJARBARU, dnusantarapost.com – Kepolisian membeberkan proses panjang identifikasi kerangka manusia yang ditemukan di lahan kosong, Sidomulyo, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda menjelaskan, dari hasil olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan 128 potongan tulang yang kemudian dirangkai kembali oleh tim forensik hingga membentuk kerangka tubuh manusia secara utuh.

Bacaan Lainnya

“Jumlah tulang yang berhasil dikumpulkan dan dirangkai ada 128 tulang. Beberapa bagian hilang diduga dibawa oleh binatang liar,” jelas Kapolres.

Selain kerangka, petugas juga menemukan bagian kulit kepala yang masih menyatu dengan rambut, pakaian korban, serta tali tambang besar yang terpasang di atas pohon.

Tim Dokter Forensik RSUD Ulin Banjarmasin memastikan kerangka tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia 18 hingga 25 tahun.

“Pada bagian tulang leher ditemukan patah, sementara di area kepala terdapat resapan darah yang tidak menjadi penyebab utama kematian,” katanya.

Proses identifikasi diperkuat dengan keterangan saksi keluarga yang mengenali pakaian terakhir korban serta tali tambang yang ditemukan di lokasi.

“Kami juga telah mengambil sampel tulang untuk keperluan tes DNA apabila dibutuhkan,” tambah Kapolres.

Seluruh rangkaian identifikasi melibatkan koordinasi lintas fungsi, mulai dari Inafis Polres Banjarbaru, Dokter Forensik RSUD Ulin, hingga DVI Polda Kalsel. (nurul octaviani)

Pos terkait