BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Satu keluarga di Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat, terpaksa tinggal di kontrakan sempit berukuran 2 x 4 meter pasca rumah mereka ambruk beberapa waktu lalu. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat Makunah dan tiga anaknya tidak memiliki opsi lain selain menyewa kontrakan sederhana tersebut.
Kontrakan yang disewa Rp375 ribu per bulan itu memiliki ruang yang sangat terbatas sehingga tempat tidur harus disatukan dengan dapur. Keluarga ini mengaku harus tidur berhimpitan setiap malam.
“Begini saja kami sudah syukur ada tempat berteduh. Rumah kami sudah tidak bisa dipakai lagi karena ambruk,” kata Makunah, Sabtu (29/11/2025).
Putranya, Khairullah, menyebutkan bahwa aktivitas keluarga menjadi sangat terbatas.
“Kadang kalau mau istirahat terganggu karena ruangan kecil sekali,” katanya.
Rumah keluarga Makunah yang ambruk berada di jalur sungai kawasan Wisata Religi Kubah Basirih.
Rumah kayu itu sudah ditempati lebih dari puluhan tahun sebelum akhirnya rubuh dan tak bisa diperbaiki tanpa bantuan.
Akibat keterbatasan biaya, keluarga ini belum mampu membangun ulang rumah tersebut.
Mereka berharap pemerintah dapat memberikan solusi maupun bantuan agar mereka bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Harapan kami hanya satu, ada bantuan dari pemerintah supaya rumah itu bisa dibangun lagi. Anak-anak butuh tempat tinggal yang lebih baik,” tutup Khairullah.





