Kasus TBC di Kabupaten Banjar Capai 908, Pemerintah Percepat Langkah Eliminasi

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman kesehatan serius di Kabupaten Banjar. Hingga Oktober 2025, tercatat 908 kasus positif ditemukan dari hasil pemeriksaan terhadap 7.628 orang. Meski angka tersebut masih tinggi, pemerintah daerah menilai tren kasus menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Penjabat (Pj) Sekda Banjar, Ikhwansyah, menyebut TBC sebagai persoalan yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa penurunan kasus hanya bisa dicapai bila seluruh sektor terlibat aktif.

Bacaan Lainnya

“TBC ini masih menjadi masalah nasional dan daerah. Yang dibutuhkan sekarang adalah tindakan nyata di lapangan untuk menekan penularannya,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjar, dr. Noripansyah, menjelaskan bahwa Kabupaten Banjar telah membentuk Tim Penanggulangan TBC lintas instansi. Upaya tersebut untuk memperkuat deteksi, akses layanan, serta pemeriksaan faktor risiko yang masih rendah di sejumlah wilayah.

“Wilayah Kabupaten Banjar luas dan karakteristiknya berbeda-beda. Karena itu, layanan TBC harus menjangkau semua lapisan masyarakat,” jelasnya. 

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah merencanakan pengadaan mobile TB pada 2026 untuk mendekatkan layanan ke daerah terpencil.

Selain itu, ketersediaan obat TBC masih dijamin pemerintah pusat sebagai bagian dari program eliminasi nasional.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banjar, Marzuki, merinci bahwa target pemeriksaan terduga TBC tahun 2025 mencapai 9.983 orang. Hingga Oktober, realisasinya sudah mencapai 70 persen.

“Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan 908 kasus positif. Namun jika dibandingkan tahun lalu, baik jumlah pemeriksaan terduga maupun penemuan kasus mengalami penurunan,” ujarnya.

Marzuki menekankan bahwa edukasi kepada masyarakat tetap menjadi kunci percepatan eliminasi. Gejala batuk lebih dari dua minggu, keringat malam, dan penurunan berat badan harus segera ditangani melalui pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

“Semakin cepat ditemukan, semakin cepat kita bisa memutus rantai penularan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Banjar menargetkan upaya percepatan ini mampu mendukung pencapaian target eliminasi TBC nasional pada 2030. (nurul octaviani)

Pos terkait