BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Komjen (Purn) Dr. Akhmad Wiyagus, Kamis (13/11/25).
Yamin berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya strategis agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan daya beli masyarakat terjaga.
“Inflasi merupakan indikator penting yang harus dikendalikan secara bersama,” ujar Yamin di hadapan Wamendagri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Banjarmasin pada Oktober 2025 tercatat 0,51 persen (month to month), dengan inflasi tahun kalender 2,54 persen dan inflasi tahunan 3,29 persen. Angka tersebut dinilai masih terkendali, namun Pemko Banjarmasin tak ingin kecolongan.
Untuk meredam kemungkinan lonjakan harga, TPID telah menjalankan berbagai langkah konkret, mulai dari 160 kali operasi pasar murah dan gerakan pangan murah, hingga pemantauan harga komoditas strategis di pasar tradisional.
Pemerintah Kota Banjarmasin juga memperkuat kerja sama lintas daerah dengan sejumlah sentra pangan seperti Tanah Laut, Batola, Subang, Brebes, Blitar, Enrekang, dan Sidenreng Rappang.
Yamin menegaskan, kebutuhan pangan akan meningkat seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kebutuhan bahan pangan untuk program MBG cukup besar, sehingga penguatan rantai pasok dan distribusi menjadi perhatian utama kami,” tegas Yamin.
Wamendagri Akhmad Wiyagus dalam kunjungan kerja tersebut memberikan sejumlah arahan untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Pemko Banjarmasin berharap rekomendasi yang disampaikan dapat mempercepat langkah strategis dalam menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.





