MARTAPURA, dnusantarapost.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar masih menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun beberapa wilayah sudah mulai diguyur hujan. Hingga September 2025, luas lahan terbakar tercatat mencapai kurang lebih 70 hektare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, menjelaskan bahwa curah hujan memang mulai turun, namun musim kemarau masih berlangsung. Kondisi panas yang terjadi berturut-turut dinilai tetap berisiko memunculkan titik api baru.
“Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung Agustus hingga Oktober. Jadi meski ada hujan, kalau panas berhari-hari tetap bisa muncul karhutla. Karena itu kita tetap siaga,” ujarnya Rabu (10/09/2025).
Sebagai langkah pengendalian, BPBD Banjar menyiapkan pos induk di Martapura Barat serta pos lapangan di empat titik lainnya, yakni Cintapuri, Sungai Tabuk, Beruntung Baru, dan Tahura Sultan Adam. Posko ini difungsikan untuk pemantauan sekaligus penanganan cepat apabila terjadi kebakaran.
Yayan menambahkan, jumlah hotspot di Banjar tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data terbaru, sekitar 70 titik panas terpantau di beberapa kawasan, terutama di wilayah datar dan lahan pertanian, seperti Kecamatan Simpang Empat, Mataraman, Cintapuri, dan Martapura Barat.
“Total lahan yang terbakar tahun ini sekitar 60–70 hektare. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, tapi kewaspadaan tetap harus dijaga,” katanya.
Ia menegaskan, meski status siaga darurat karhutla ditetapkan hingga Oktober, pihaknya akan terus melakukan evaluasi sesuai perkembangan cuaca.
BPBD Banjar juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau warga tetap berhati-hati. Hindari membakar lahan karena potensi kebakaran pada musim kemarau masih tinggi,” tegas Yayan.
Dengan pengawasan yang diperketat dan kesiagaan petugas di lapangan, BPBD Banjar berharap risiko karhutla bisa ditekan hingga datangnya musim penghujan. (nurul octaviani)






