Helikopter Eastindo Air Hilang di Mantewe Tanah Bumbu, Titik Pencarian Dikenal Kaya Potensi Emas

BANJARBARU, dnusantarapost.com – Helikopter Eastindo Air BK 117-03 BK dikabarkan hilang kontak di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu sejak Senin (1/9/2025) dan hingga kini belum ada tanda-tanda ditemukan.

Berdasarkan data dari Airnav Banjarmasin, Helikopter Eastindo Air yang membawa 2 kru dan 6 penumpang ini terakhir terdeteksi di sekitar Air Terjun Mandin Damar pada koordinat 3°6’54.58″S 115°41’21.62″E, sekitar 4 km dari kawasan wisata tersebut pada pukul 08.54 waktu setempat pada Senin (1/9/2025)

Bacaan Lainnya

Seorang crew surveyor di bidang pertambangan, Wahyuni mengatakan pada tahun 2022 ia pernah melakukan eksplorasi lokasi ini. Ia menjelaskan, wilayah ini memiliki potensi emas yang cukup banyak. Pada saat itu juga ia mengecek akses mobilitas armada angkutan fuso atau tronton di sekitar koordinat lokasi hilangnya Helikopter Eastindo Air BK 117-03 di Mantewe Tanah Bumbu.

Berdasarkan data hasil eksplorasi yang ia miliki, lokasi hilang kontaknya helikopter ini kemungkinan besar berada di wilayah Cantung Hulu Mantewe, wilayah Singkapan Batuan, selat (lembah-lembah yang membatasi) antara Desa Cantung dan Desa Hampang.

Lokasi titik koordinat hilangnya helikopter ini bisa dijangkau dengan jalur darat melalui sisi utara kebun sawit milik salah satu perusahaan besar di Kalimantan Selatan yang berada di Tanah Bumbu ataupun melalui Desa Hampang, Kabupaten Kotabaru. Lokasi ini juga bisa tembus ke kawasan Gunung Sambung, Kabupaten Banjar.

“Waktu itu saya menempuh perjalanan dari Serongga, Kotabaru melalui jalur darat menggunakan mobil double gardan, untuk sampai di sekitar titik koordinat hilangnya helikopter itu harus ditempuh dengan jalan kaki sekitar 2 sampai 3 jam,” kata Crew Surveyor Pertambangan, Wahyuni, Selasa (2/9/2025)

Medan vegetasi hutan lebat dengan akses darat yang terjal dan penuh bebatuan, dan hampir tidak adanya daratan yang landai serta sumber air yang sulit menjadi tantangan untuk mengeksplor wilayah ini.

Berdasarkan pengalamannya pada tahun 2022, ia harus menemukan petani emas di wilayah tersebut untuk mengetahui sumber air.

“Kalau bertemu mereka, maka bisa menemukan sumber air di balik lembah gunung yang curam. Karena kalau mau eksplor potensi tambang emas kita harus melihat aliran air,” ceritanya.

Selain medan perjalanan yang cukup ekstrem, Wahyuni juga mengagumi keindahan alam di lokasi tersebut. Ia mengatakan lembah-lembah yang berada disana bak wisata internasional yang ada di Turki.

“Kalau bisa saya bilang, susunan lembah-lembahnya mirip Cappadocia yang ada di Turki,” ungkapnya.

Menanggapi insiden Helikopter Eastindo Air yang hilang kontak di lokasi yang pernah ia eksplor, Wahyuni menyarankan agar tim sar menggandeng warga lokal.

“Karena disana medannya banyak lembah-lembah terjal, jadi saya merekomendasikan mengajak warga lokal kalau mau menyentuh titiknya,” katanya. (nurul octaviani)

Pos terkait