Kayu Ulin Bercahaya, Pilar Utama Masjid Al Karomah Martapura

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Alkisah, empat tiang berwarna hijau yang ada di dalam Masjid Al Karomah Martapura merupakan bangunan awal yang dari Masjid Al Karomah Martapura. 

Empat tiang setinggi 25 meter itu dibawa oleh Syeikh Muhammad Afif bin Anang Mahmud Al Banjari atau yang dikenal sebagi Datu Landak pada tahun 1863.

Bacaan Lainnya

Pada masa itu, Datu Landak mengikuti sayembara yang diadakan oleh Pangeran Hidayatullah II (Gusti Andarun). Datu Landak pun menyanggupi sayembara itu untuk mengambil empat buah kayu ulin yang ada di Barito, Kalimantan Tengah. 

“Datu Landak masuk ke dalam hutan yang saat itu dikuasai oleh masyarakat Dayak,” ujar Buyut Datu Landak, Muhammad Hilmi Karim Afif di Makam Datu Landak, Selasa (15/7/2025)

Kai Afif menceritakan, masyarakat Dayak yang menguasai wilayah itu mengizinkan Datu Landak untuk mengambil kayu ulin yang diinginkan dengan syarat Datu Landak harus beradu kesaktian dan mengalahkan mereka (masyarakat dayak). 

Datu Landak mengamini syarat tersebut kemudian beradu kesaktian hingga akhirnya bisa mengalahkan mereka. Masyarakat Dayak yang menguasai wilayah itu mengakui kesaktian dan kesabaran Datu Landak. 

“Menurut sebagian riwayat, kayu ulin yang diinginkan Datu Landak ini memiliki cahaya. Kemudian, atas izin Allah, Datu Landak mencabut pohon ulin yang begitu besarnya itu dengan tangan kosong,” tambah Kai Afif. 

Datu Landak pun mencabut batang kayu ulin dan membawanya dengan cara melarutkan di aliran Sungai Martapura. Waktunya tidak singkat, sampai pihak keluarga menganggap Datu Landak telah kembali ke pangkuan sang Khalik. 

Menurut riwayat, pihak keluarga terkejut saat Datu Landak hadir di acara haul pertama dengan dandanan seperti orang pedalaman dan membawa kayu ulin tersebut. 

Pembangunan Masjid Al Karomah dimulai pada 10 Rajab 1315 Hijriyah atau 5 Desember 1897 Masehi dengan nama Masjid Jami dengan struktur bangunan utama dari kayu ulin dan atap sirap. 

Seiring berjalannya waktu, Masjid Agung Alkaromah direnovasi hingga kini menampilkan gaya arsitektur masjid khas Timur Tengah yang berdiri megah hingga sekarang. (nurul octaviani)

Pos terkait