Tangis Kakek Kahpi Pecah di Pelukan Dewan, Kasusnya Kini Disorot DPRD Kalsel

BANJARBARU – Isak tangis mewarnai pertemuan haru antara Kakek Kahpi (73) dan Anggota DPRD Kalsel, Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, Senin siang (2/6/2025). 

Di ruang pertemuan Komisi IV DPRD Kalsel, Kakek yang kini menjadi sorotan publik itu akhirnya menyuarakan langsung jeritan hatinya.

Didampingi anak, cucu, serta Ketua PBH Peradi, Kakek Kahpi menghadiri undangan Habib Umar yang ingin mendengar langsung duduk perkara yang viral di media sosial tersebut. 

Habib Umar, politisi senior dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyambut hangat kedatangan mereka dan menyatakan komitmennya untuk ikut memperjuangkan keadilan bagi Kakek Kahpi.

“Saya akan bantu beliau. Saya tidak akan tinggal diam melihat warga saya yang dizalimi,” tegas Habib Umar, penuh empati.

Setelah mendengar paparan panjang lebar dari pihak keluarga dan kuasa hukum, Habib Umar segera menghubungi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman. 

“Saya sudah laporkan langsung ke Bapak Wagub, dan beliau sedang mencermati kasus ini,” ungkapnya.

Namun, momen paling menyentuh terjadi saat pertemuan hendak usai. Kakek Kahpi yang menahan kesedihannya sejak awal, akhirnya tak mampu membendung air mata.

Ia menangis terisak saat bersalaman dengan wakil rakyat yang mendengarkan dan peduli terhadap nasibnya. 

Pelukan hangat menjadi pelipur lara atas beban yang selama ini ia pikul sendirian.

Sebagai informasi, Kakek Kahpi kini harus menjalani hukuman satu tahun penjara berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum pada 18 Maret lalu.

Ironisnya, sebelumnya Pengadilan Negeri Martapura telah menyatakan dirinya tidak bersalah, karena perkara tersebut semestinya diselesaikan melalui jalur perdata lebih dulu.

Keadilan yang ia cari, justru membawanya ke balik jeruji. 

Dalam keputusasaan, Kakek Kahpi membuat sebuah video berdurasi 42 detik yang kini telah ditonton lebih dari dua juta orang di media sosial. 

Dalam video itu, dengan suara bergetar, ia memohon pertolongan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, DPR, hingga para kepala daerah.

Kini, suara lirih itu tak lagi sendiri. Harapan baru mulai muncul ketika wakil rakyat turun tangan, dan publik terus menyuarakan dukungan. Keadilan untuk Kakek Kahpi pun mulai mengetuk pintu-pintu kekuasaan. (nurul octaviani)

Pos terkait