MARTAPURA – Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menunjukkan kiprah gemilang di tingkat nasional. Sepanjang tahun 2024 hingga awal 2025, satuan kerja ini sukses menyabet lima penghargaan bergengsi dari berbagai lembaga, sebagai bukti nyata transformasi layanan dan reformasi birokrasi yang konsisten dijalankan.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Eddi Mulyono, mengapresiasi seluruh jajaran atas kerja keras dan dedikasi yang telah ditunjukkan.
“Capaian ini bukan semata-mata prestasi individu, tapi hasil dari komitmen kolektif seluruh pegawai. Kami terus berbenah, membangun budaya kerja yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya, Kamis (22/5/2025).
Berikut lima penghargaan yang diraih Lapas Narkotika Karang Intan:
- Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2024
Penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM ini diberikan kepada satuan kerja yang berhasil mewujudkan tata kelola bersih dan bebas praktik korupsi.
“Kami berhasil memenuhi enam area perubahan zona integritas, mulai dari manajemen perubahan, tata laksana, hingga pelayanan publik yang prima. Ini bukti bahwa semangat antikorupsi sudah tertanam kuat di Lapas Karang Intan,” tegas Eddi.
- Unit Kerja Pelayanan Publik Berbasis HAM (P2HAM) 2024
Lapas dinilai berhasil memberikan pelayanan yang adil dan setara kepada seluruh warga binaan dan masyarakat.
“Kami memastikan seluruh layanan bisa diakses dengan mudah, inklusif, serta ramah terhadap kelompok rentan. Prinsip HAM kami tanamkan dalam setiap tindakan,” jelasnya.
- UPT Pemasyarakatan Terbaik Nasional Peringkat 3 (2025)
Melalui penilaian menyeluruh atas kinerja, inovasi, dan kualitas pembinaan, Lapas Karang Intan berhasil menempati posisi ketiga nasional.
“Prestasi ini menjadi pengakuan bahwa apa yang kami lakukan selama ini berjalan pada jalur yang tepat. Kami ingin menjadi percontohan nasional, bukan hanya dalam pelayanan, tapi juga pembinaan warga binaan,” kata Eddi.
- Kontributor Berita Teraktif Ditjenpas 2024
Lapas Karang Intan menjadi peringkat I nasional sebagai kontributor pemberitaan paling aktif di situs Ditjenpas.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa banyak hal positif terjadi di dalam lapas. Lewat media, kami bangun citra pemasyarakatan yang humanis dan terbuka,” ucap Eddi.
- Piagam “Mahira Iswara” untuk Dita Rebecca Pangaribuan (2025)
Anggota Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Karang Intan ini mendapat penghargaan atas kontribusi di bidang seni budaya.
“Ini adalah contoh bahwa kontribusi tidak hanya lewat tugas formal, tapi juga lewat seni dan budaya yang memperkuat citra pemasyarakatan yang bermartabat,” pungkas Eddi.
Eddi Mulyono berharap, seluruh prestasi ini menjadi pemantik semangat untuk terus maju.
“Tugas kami belum selesai. Kami ingin terus memberikan pelayanan terbaik dan membuktikan bahwa pemasyarakatan bisa menjadi wajah reformasi birokrasi yang membanggakan,” tutupnya.





