Masyarakat Keluhkan Kendaraan Berat Melintas di Jalan A Yani, DPRD Balangan Langsung Gelar RDPU

BALANGAN, dnusantarapost.com – Adanya keluhan masyarakat terkait kendaraan berat yang kerap melintas, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Ruang Sidang Paripurna DPRD Balangan, Kecamatan Paringin Selatan, pada Selasa (18/3/2025).

Rapat ini membahas keluhan masyarakat terkait kendaraan berat yang kerap melintas di Jalan Ahmad Yani, terutama mobil tambang batu bara dan angkutan semen Conch.

Bacaan Lainnya

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Balangan, Hafis Ansyari, dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Perhubungan Balangan, Satlantas Polres Balangan, Satpol PP Balangan, serta sejumlah warga yang menyampaikan keluhan mereka.

Dalam forum tersebut, masyarakat menyoroti aktivitas kendaraan berat yang sering melintas pada jam-jam sibuk, seperti saat anak-anak berangkat dan pulang sekolah. Hal ini dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Balangan, Hafis Ansyari, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, Balai Jalan, serta DPRD Provinsi Kalimantan Selatan untuk mencari solusi terbaik.

“Jalan A. Yani berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, sehingga kami harus berkoordinasi agar kebijakan yang diambil tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku,” jelas Hafis.

Ia menambahkan bahwa Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 3 Tahun 2012 sebenarnya telah mengatur penggunaan jalan umum dan jalan khusus bagi angkutan hasil tambang serta perkebunan.

Namun, Hafis mengakui bahwa implementasi aturan tersebut di lapangan masih belum optimal.

“Kami akan mengawal aspirasi ini sampai ada solusi konkret yang bisa diterapkan tanpa melanggar aturan yang sudah ada,” tegas Hafis.

Warga berharap agar pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah nyata untuk mengatur operasional truk besar.

Mereka khawatir aktivitas sehari-hari, termasuk keselamatan anak-anak di jalan, akan terus terganggu jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut.

Pos terkait