MARTAPURA, dnusantarapost.com – Beberapa ruas Jalan Melati di Desa Tunggul Irang Ulu hingga Desa Bincau Muara mulai tergenang karena luapan air anak Sungai Martapura ini.
Tidak hanya menggenangi beberapa ruas jalanan, air juga mulai menggenangi halaman rumah warga. Di sore hari, terlihat anak-anak yang merupakan warga sekitar asyik bermain air di halaman rumah warga dengan diawasi oleh orang dewasa.
Di jalanan, para pengendara sepeda motor maupun mobil harus berhati-hati dan mengurangi laju pelan kendaraannya saat melewati genangan air yang tinggi kurang lebih 10-15 cm.
Warga Desa Bincau Muara RT 01, Opek mengatakan air mulai menggenangi sudah sejak 3 hari yang lalu terhitung sejak Rabu (25/12/2024) dan pada Sabtu (28/12/2024) genangan masih terlihat.
Ia mengatakan, genangan-genangan seperti ini saat musim hujan adalah hal yang biasa. Saat seperti ini, sebagai warga yang sudah tinggal puluhan tahun di daerah tersebut ia tetap melakukan aktivitas seperti biasa dan tidak merasa terganggu.
“Saya biasanya hanya mengingatkan kepada anak-anak untuk tidak terlalu dekat dengan sungai dan hati-hati saat bermain air,” imbuhnya.
Sementara itu, data dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Syamsuddin Noor yang disampaikan oleh Prakirawan Stasiun BMKG Syamsudin Noor, Muhammad Shaa Imul Qadri, cuaca di Kalimantan Selatan selama Desember 2024 didominasi hujan.
“Secara umum wilayah Kalsel sudah memasuki puncak musim penghujan mulai akhir Desember hingga bulan Januari 2025,” ujarnya.
Berdasarkan dinamika atmosfer dari segi kelembapan udara tiap lapisan, di Kalimantan Selatan cenderung masih basah sehingga memicu awan-awan penghujan dengan intensitan hujan yang cukup tinggi.
Di musim-musim seperti ini, BMKG Syamsudin Noor juga mulai menandai wilayah-wilayah yang berpotensi banjir.
“Untuk saat ini wilayah yang berpotensi banjir ada di Kotabaru dan Hulu Sungai Tengah,” tutupnya. (nurul octaviani)






