MARTAPURA, dnusantarapost.com – Sejumlah jalanan yang berada di tepi Sungai Martapura mulai terendam air. Dari pantauan di lapangan, ada beberapa titik jalan yang terendam, diantaranya di Jalan Melati, Jalan Keramat, dan Jalan Pekauman.
Seperti di Jalan Keramat, sudah sekitar satu pekan lebih ruas jalan yang menghubungkan Desa Tungkaran dan Desa Pekauman itu terendam hampir selutut orang dewasa dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Bahkan, di jalanan di pasang kayu galam sebagai peringatan kepada pengendara agar tidak melewati jalan tersebut karena ketinggian air cukup dalam.
“Supaya juga pengendara memelankan laju motornya agar air tidak masuk ke rumah,” ujar seorang warga sekitar, Imis.
Imis menuturkan, air mulai naik sekitar setengah bulan yang lalu. Namun, kenaikan air cukup signifikan dirasakannya sejak 3 hari terakhir.
Kondisi ini memaksa warga yang ingin menuju Desa Pekauman untuk memutar melalui Jalan Desa Sungai Sipai. Tentu memakan waktu lebih lama. Mengingat Jalan Makam merupakan akses utama menuju Desa Tungkaran, Cindai Alus dan Sungai Sipai
Sementara di Jalan Melati Desa Bincau Muara, air menggenangi jalanan dengan tinggi yang bervariasi. Dari laporan Bhabinkamtibmas Desa Bincau, Brigadir Ummi Roisatun mengatakan, ketinggian air di wilayah tersebut berkisar pada angka 30-40 cm.
“Air mulai naik karena intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah Kalimantan Selatan dalam beberapa waktu belakangan,” ujarnya Kamis (2/1/2025)
Kendati demikian, kondisi aktivitas wsrga di desa Bincau Muara masih berjalan dengan normal seperti biasanya. (nurul octaviani)





