BANJARBARU, dnusantarapost.com – Penguatan Visi dan Misi Calon Walikota dan Wakil Walikota Kota Banjarbaru dalam Pilwali 2024 akan digelar malam ini, Senin (11/11/2024) malam pada pukul 19.00 WITA di Novotel Airport Banjarbaru.
Seperti yang diketahui masyarakat dan beredar di media, tensi politik di Banjarbaru cukup panas karena Lisa Halaby dan Wartono akan menjadi calon tunggal dalam kontestasi Pilwali 2024 karena Aditya Mufti Arifin dan Said Abdullah resmi didiskualifikasi oleh KPU Banjar.
Artinya, debat publik yang akan digelar malam ini pun hanya akan dihadiri oleh Paslon 01 saja dengan tema debat Tata Kelola Pemerintahan Kota Banjarbaru Menuju Banjarbaru Kota Metropolitan.
Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota ini akan memaparkan gagasan dan program kerja terbaik mereka.
Konsep pelaksanaan debat kepala daerah dengan kotak kosong ini dibenarkan oleh Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kota Banjarbaru. Hal ini mengacu pada Keputusan KPU Nomor 1363 Tahun 2024, yaitu penajaman visi dan misi milik Paslon Tunggal.
“Hal ini sama dengan yang terjadi di Balangan dan Tanah Bumbu,” ungkap Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas BAWASLU Banjarbaru Bahrani.
Kemudian, yang membedakan debat paslon tunggal hanyalah tidak adanya sesi tanya jawab antar pasangan calon. Secara teknis, panelis nanti akan memberikan pertanyaan sesuai tema dan akan dijawab oleh Paslon.
Di debat perdana Pilwali Banjarbaru 2024 dengan calon tunggal, KPU akan membuka peluang bagi masyarakat tiga hari sebelum pelaksanaan debat untuk menyampaikan pendapat atau aspirasinya terhadap program milik Paslon 01.
“Hasil pengumpulan aspirasi itu akan menjadi acuan dalam tema debat di sesi keempat dan kelima,” ujarnya lagi
Tata cara pelaksanaan debat calon tunggal juga sudah diatur oleh KPU. Nantinya, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang maju akan melewati enam sesi selama pelaksanaan debat.
Pertama adalah Pembukaan sekaligus pembacaan tata tertib yang dipimpin oleh moderator yang mencakup pembacaan tata tertib dan penyampaian visi, misi, serta program dari pasangan yang bersangkutan.
Kemudian, dilanjutkan dengan sesi Penajaman visi, misi, dan program yang berkaitan dengan tema debat, pada babak kedua hingga kelima.
“Pada babak ini paslon tunggal akan diberikan kesempatan untuk mengelaborasi program-program yang mereka tawarkan lebih mendalam,” jelas Bahrani. (nurul octaviani)





