MATARAMAN, dnusantarapost.com – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Habib Farhan Husein melakukan tinjauan ke lokasi proyek pengerjaan Jembatan Atanik yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kilometer 58, Desa Bawahan Selan, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar.
Tinjauan ini dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait kemacetan parah serta adanya mobil tertahan di jembatan darurat yang terjadi di pekerjaan proyek tersebut.
Proyek pembangunan jembatan yang sedang berlangsung untuk memperlancar arus lalu lintas di kawasan tersebut ternyata berdampak besar terhadap kondisi lalu lintas yang sangat padat dan menyebabkan kemacetan panjang karena imbas jebolnya jembatan darurat akibat lindasan truk pembawa semen yang tertahan.
Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Habib Farhan Husien BSA, ST., yang langsung terjun ke lokasi proyek pembangun jembatan ini menyoroti pentingnya koordinasi yang lebih baik antara pihak kontraktor dan Provinsi Kalimantan Selatan agar dampak dari proyek tersebut dapat diminimalisir.
“Kami memahami pentingnya pembangunan infrastruktur seperti jembatan ini untuk kelancaran transportasi, namun kami juga harus memperhatikan kenyamanan masyarakat yang terdampak.” kata Anggota DPRD Kalsel Fraksi PKB ini, Minggu (11/10/2024)
Habib Farhan menambahkan, pihaknya akan segera melakukan pembahasan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan untuk mencari solusi terkait penyelesaian pekerjaan pembagunan jembatan ini.
Dalam tinjauan tersebut, beberapa warga juga menyampaikan keluhan terkait pengalihan arus lalu lintas yang tidak terorganisir dengan baik, adanya pengendara yang memvideo saat warga yang membantu arus lalu lintas dengan membuat caption pak ogah.
“Padahal faktanya warga hanya sekedar membantu arus lalu lintas yang kacau balau secara swadaya ketika terjadi kemacetan karena tidak adanya petugas yang jaga,” ujarnya.
Dalam tinjauan ini juga didapati adanya pembayaran macet dari kontraktor terkait material urukan pada jembatan darurat. Mereka berharap pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini.
“Kita juga menginginkan jembatan ini sebisa mungkin selesai sebelum pelaksanaan haul Guru Sekumpul dan Hari Raya Idul Fitri serta libur tahun baru,” ujar Habib Farhan.
Pengerjaan jembatan Atanik di Jalan Ahmad Yani diperkirakan akan selesai dalam beberapa bulan ke depan yakni sekitar akhir Desember.
Namun, dengan adanya pengawasan ketat dari DPRD dan pihak berwenang, diharapkan kemacetan yang terjadi dapat diminimalisir, dan manfaat dari pembangunan tersebut dapat segera dinikmati masyarakat. (Nurul Octaviani)






