Kotabaru, dnusantarapost.com – Ratusan massa pendukung salah satu calon presiden yang tengah berkampanye, bentrok dengan aparat Kepolisian. Aksi saling dorong antara Polisi dengan massa aksi pun tidak dapat dielakan.
Peristiwa itu, terlihat pada Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) sebagai bentuk kesiapan dan kemampuan penanganan konflik sosial, situasi dan kondisi kontijensi yang digelar Polres Kotabaru di Siring laut, Kamis (31/08/23).
Dalam kegiatan simulasi Sispamkota tersebut dihadiri Wakil Bupati Kotabaru H. Andi Rudi Latif,SH, Wakil Ketua II DPRD kabupaten Kotabaru Dr. H. Muhammad Arif, Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Dandim 1004 Kotabaru, Danlanal Kotabaru, Kepala Pengadilan Negeri Kotabaru, KPUD Kotabaru, Bawaslu dan para perwakilan partai Politik.
Kapolres Kotabaru AKBP Dr Tri Suhartanto mengatakan pemilihan umum merupakan bentuk implementasi dari sistem demokrasi, juga penerapan dari sila ke empat Pancasila dan pasal 1 ayat 2 UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Pemilu merupakan mekanisme untuk memilih wakil rakyat di bidang eksekutif maupun legislatif di tingkat pusat maupun daerah. Pemilihan umum di Indonesia sejak tahun 1955 hingga saat ini telah mengalami banyak sekali perubahan dari aspek kerangka hukum, penyelenggaraan, tahapan, peserta, kelembagaan, pelanggaran maupun manajemen pelaksananya.
“Salah satu faktor yang mempengaruhi suksesnya penyelenggaraan pemilu adalah terjaminnya keamanan pada setiap pelaksanaan tahapan pemilu yang dilaksanakan baik penyelenggara, peserta, tempat maupun hal lain yang menjadi bagian dalam pelaksanaan pemilu,” kata Tri Suhartanto.
Polri didukung oleh TNI, Pemerintah serta komponen keamanan lainnya bertanggung jawab dalam pelaksanaan pengamanan seluruh tahapan pemilu, tegasnya.
Selain melaksanakan simulasi Sispamkota, Polres Kotabaru juga menggelar deklarasi damai pemilu 2024.







Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!