Omzet IKM Banjarmasin Meroket, Pemko Perkuat Sinergi Lewat Forum Diskusi 2026

BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Omzet penjualan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin menunjukkan peningkatan. Penjualan yang sebelumnya sekitar Rp1 juta per bulan di Rumah Anno kini mencapai Rp10 juta lebih per bulan, bahkan hampir Rp100 juta saat gelaran Bakul Fest.

Peningkatan tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, dalam Forum Diskusi Industri Kecil dan Menengah (IKM) Tahun 2026 yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin di Hotel Aria Barito Banjarmasin, Senin (2/11/2026).

Forum yang diikuti 100 pelaku usaha tersebut bertujuan menyerap aspirasi pelaku IKM, memperluas akses pasar hingga ke pasar ekspor, serta memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, yang hadir mewakili Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR, menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendukung pengembangan produk IKM.

Ia meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), perusahaan umum daerah (Perumda), dan perusahaan perseroan daerah (Perseroda) turut mempromosikan produk lokal dengan mengarahkan tamu dari luar daerah untuk mengunjungi Showroom Dekranasda dan Rumah Kreatif.

“Harapan kita, tanpa sinergisitas dan kolaborasi yang baik, apa pun program yang dilaksanakan tidak akan memberikan dampak yang maksimal. Kami meminta tolong kepada seluruh SKPD, Perumda, dan Perseroda bila ada kunjungan dari luar daerah, dimohonkan untuk mengajak mereka mengunjungi Showroom Dekranasda maupun Rumah Kreatif. Di situlah bentuk dukungan nyata kita terhadap IKM,” ujar Ichrom.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, menjelaskan bahwa peningkatan omzet penjualan didukung oleh proses kurasi terhadap produk yang dipasarkan melalui Dekranasda.

Menurutnya, setiap produk yang masuk terlebih dahulu diperiksa untuk memastikan kualitas dan kemasannya memenuhi standar kelayakan pasar. Harga produk juga disesuaikan dengan harga yang ditetapkan pengrajin.

“Alhamdulillah, omzet Dekranasda meningkat drastis. Kalau sebelumnya di Rumah Anno sekitar Rp1 juta per bulan, sekarang bisa mencapai Rp10 juta ke atas per bulan, bahkan saat momen Bakul Fest kemarin menyentuh hampir Rp100 juta. Setiap barang yang masuk kita kurasi terlebih dahulu agar layak jual. Harganya pun terjangkau dan sama dengan harga pengrajin, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk membeli produk lokal kita,” tutur Neli.

Forum diskusi tersebut juga menghadirkan narasumber dari Bea Cukai Kalimantan Selatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap pelaku IKM memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas, pemahaman mengenai prosedur kepabeanan untuk ekspor, serta pembinaan berkelanjutan.

Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas pemasaran produk kerajinan dan olahan pangan khas Banjarmasin agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (Alf/Vina)

Pos terkait