BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong penguatan klaster logistik penanggulangan bencana di Kalimantan Selatan melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Dorongan tersebut disampaikan Plt. Direktur Optimasi Jaringan dan Logistik Penanggulangan Bencana BNPB Brigjen TNI Hery Setiono saat membuka kegiatan Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Klaster Logistik Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Selasa (22/9/2026).
Hery mengatakan, pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan big data dapat mempercepat identifikasi kebutuhan, sekaligus meningkatkan pengelolaan dan distribusi logistik ketika bencana terjadi.
Menurut dia, penguatan klaster logistik juga membutuhkan komunikasi, soliditas, jaringan, dan komitmen bersama untuk membangun sistem logistik kebencanaan yang inklusif dan adaptif serta berorientasi pada perlindungan masyarakat.
“Mulai dari perencanaan kebutuhan, tentunya berangkat dari bagaimana kita merencanakan berdasarkan risiko,” ujar Hery.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memiliki rencana kontingensi yang mencakup pemetaan risiko dan ancaman, potensi sumber daya, serta mekanisme pengerahan sumber daya ketika terjadi bencana.
Hery juga mendorong pemerintah daerah menyusun regulasi sebagai payung hukum untuk memperkuat klaster logistik. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha, organisasi nonpemerintah atau NGO, dan berbagai organisasi tidak selalu harus berupa pemberian aset.
Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui penyediaan sumber daya, program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), maupun pengerahan potensi yang dimiliki saat bencana terjadi.
“Kalau kita bisa berkolaborasi dengan baik, persoalan aset, material, dan logistik bisa dikelola dengan koordinasi dan kesepakatan bersama yang lebih baik,” katanya.
Selain kolaborasi, Hery menekankan pentingnya digitalisasi yang transparan dalam pengelolaan logistik kebencanaan. Sistem digital diharapkan dapat membantu memastikan informasi mengenai kebutuhan dan distribusi logistik terkoordinasi secara efektif.
Pada akhir sambutannya, Hery menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD, anggota klaster logistik, narasumber, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap sinergi yang dibangun dapat memperkuat klaster logistik Kalimantan Selatan sehingga semakin solid dalam menghadapi berbagai kondisi bencana. (Alf)





