ECOGUARD LIGHT TRAP Balangan Tekan Populasi Hama hingga 80 Persen

BALANGAN, dnusantarapost.com – Upaya mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan terus didorong di Kabupaten Balangan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah ECOGUARD LIGHT TRAP, teknologi pengendalian hama ramah lingkungan karya putra daerah, M. Rizky Fadillah Zumadi Lubis.

Inovasi non-digital tersebut menjadi alternatif pengendalian hama tanpa bergantung pada pestisida kimia. Selain lebih ramah lingkungan, teknologi ini juga diharapkan mampu menekan biaya produksi pertanian.

Rizky mengatakan, selama ini banyak petani di Balangan masih mengandalkan pestisida kimia untuk mengendalikan hama pada tanaman padi, jagung, cabai, sawi, serta berbagai komoditas hortikultura lainnya. Menurutnya, penggunaan pestisida secara berlebihan tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan mengurangi keberlanjutan ekosistem pertanian.

“Melihat kondisi tersebut, inovasi ECOGUARD LIGHT TRAP dikembangkan sebagai alternatif pengendalian hama dengan konsep zero chemical,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, teknologi tersebut memanfaatkan sifat fototaksis positif serangga dengan menggunakan lampu ultraviolet (UV) untuk menarik hama terbang menuju bak penjebak yang berisi larutan air sabun.

ECOGUARD LIGHT TRAP memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya menggunakan panel surya sehingga dapat beroperasi tanpa jaringan listrik, dilengkapi sensor cahaya yang membuat lampu menyala secara otomatis pada malam hari dan mati saat fajar, serta memiliki desain sederhana yang mudah dipindahkan, tahan terhadap cuaca, dan dapat digunakan pada berbagai jenis tanaman.

Berdasarkan hasil uji lapangan di lahan pertanian Kabupaten Balangan, teknologi tersebut mampu menekan populasi hama terbang hingga 60–80 persen. Selain itu, potensi kerugian hasil panen akibat serangan hama yang sebelumnya dapat mencapai 30–50 persen juga dapat diminimalkan.

“Teknologi ini juga terbukti meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi biaya pembelian pestisida, menjaga kesuburan tanah, serta mendukung praktik pertanian organik dan berkelanjutan,” kata Rizky.

Dengan harga yang relatif terjangkau, ECOGUARD LIGHT TRAP diharapkan dapat dimanfaatkan lebih luas oleh petani sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Balangan.

Menurut Rizky, inovasi tersebut juga berpotensi membuka peluang usaha mikro di bidang teknologi pertanian, menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda, serta memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penerapan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.

“ECOGUARD LIGHT TRAP dirancang agar petani memiliki alternatif pengendalian hama yang lebih aman, hemat biaya, dan mudah digunakan. Harapan kami, inovasi ini dapat membantu meningkatkan hasil panen, mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta mendorong terwujudnya sistem pertanian yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Balangan. Kami juga ingin membuktikan bahwa inovasi karya anak daerah mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Melalui pengembangan ECOGUARD LIGHT TRAP, Kabupaten Balangan terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Alf)

Pos terkait