Detik-detik Tiga Rumah Ambles di Kertak Hanyar, Seorang Anak Meninggal Dunia

BANJAR, dnusantarapost.com Tiga unit rumah di Komplek Fadillah Perdana Lima, Jalan Tembikar Kanan, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, ambruk dan ambles pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 13.30 Wita. Peristiwa itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal sempat dievakuasi ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Sementara lima korban lainnya berhasil diselamatkan meski mengalami luka.

Pemilik rumah, Sulis, menceritakan detik-detik sebelum bangunan yang ditempatinya roboh. Saat kejadian, aliran listrik di kawasan tersebut sedang padam. Ia bersama anak-anaknya berada di dalam rumah ketika terdengar suara retakan disertai getaran.

“Awalnya ada suara ‘krotek-krotek’. Anak saya yang paling besar (almarhum) sempat bilang, ‘Siapa nih melompat-lompat?’ karena merasakan getaran. Tidak lama kemudian rumah langsung ambruk,” ujar Sulis.

Di tengah reruntuhan, Sulis berusaha menyelamatkan anak-anaknya yang terjebak di dalam bangunan.

“Saya merayap ke arah kamar mandi. Anak saya Rizki masih sempat merespons dan menendang adiknya supaya bisa saya jangkau. Saya tarik adiknya satu per satu hingga selamat. Namun Rizki tidak bisa saya tarik karena tertindih reruntuhan yang berat, sehingga saya langsung berteriak meminta tolong,” tuturnya.

Relawan bersama warga sekitar segera melakukan evakuasi terhadap para korban. Salah seorang relawan, Rizky, mengatakan terdapat enam orang di dalam rumah saat bangunan ambruk.

“Total ada enam orang di dalam rumah saat kejadian. Satu korban yang tertimbun reruntuhan berhasil dievakuasi ke rumah sakit, tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia. Lima korban lainnya selamat meski mengalami luka-luka,” kata Rizky.

Sementara itu, warga setempat, Nuli, mengatakan kawasan tersebut berada di atas lahan rawa dan gambut. Menurutnya, kondisi tanah diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rumah ambles, meski penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

“Memang tanah di sini rata-rata rawa dan gambut. Diduga pondasinya kurang kuat. Saat satu rumah ambles, dua rumah di sampingnya ikut tertarik dan roboh,” ujarnya.

Hingga Sabtu sore, lokasi kejadian di RT 11 Komplek Fadillah Perdana Lima telah dipasang garis polisi (police line) untuk mengamankan area serta mengantisipasi kemungkinan amblesan susulan.

Pihak kepolisian bersama pengurus RT masih melakukan pendataan terhadap jumlah kerugian material serta penanganan para korban. Penyebab pasti ambruknya tiga rumah tersebut masih dalam proses penyelidikan. (Alf/Vina)

Pos terkait